02975 2200205 4500001001900000005001500019035001800034007000300052008003900055082000700094084001300101100001500114245015500129250001000284260004600294520238700340600001202727990001502739990001502754INLIS000000000989320260421095552 a0010-03260150ta260421 | | |  a23 a23 SRI p0 aSRI ANJELI1 aPenerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Ipas Siswa Kelas V Sdn 4 Kasongan Lama / SRI ANJELI /cSRI ANJELI aCet 1 aPalangka Raya :bPerpustakaan UMPR,c2026 aSri Anjeli. 2025. Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS Kelas V SDN 4 Kasongan Lama. Skripsi. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Muhammadiyah Palangkaraya. Pembimbing: (I) Agung Riadin, M.Pd., (II) Dedy Setyawan, M.Pd. Pembelajaran IPAS di sekolah dasar menuntut siswa aktif mengembangkan rasa ingin tahu dan mampu menerapkan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari. Namun, pembelajaran yang masih berpusat pada guru menyebabkan rendahnya aktivitas dan hasil belajar siswa kelas V SDN 4 Kasongan Lama. Penelitian ini bertujuan meningkatkan hasil belajar IPAS melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL). Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah 32 siswa kelas V SDN 4 Kasongan Lama. Teknik pengumpulan data meliputi observasi untuk mengukur aktivitas belajar dan tes untuk mengukur hasil belajar. Data dianalisis secara kuantitatif melalui perbandingan nilai rata-rata dan persentase ketuntasan belajar pada setiap siklus. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa setelah penerapan Problem Based Learning. Pada siklus I, aktivitas belajar memperoleh skor rata-rata 2,13 dengan kategori cukup baik. Siswa mulai terlibat dalam diskusi dan pemecahan masalah, meskipun belum merata. Sebagian siswa masih pasif dan bergantung pada arahan guru. Hasil belajar pada siklus I mencapai rata-rata 47,1 dengan ketuntasan 43,75%. Pada siklus II, aktivitas belajar meningkat menjadi rata-rata 3,58 dengan kategori baik. Siswa lebih aktif berdiskusi, bertanya, dan menyampaikan pendapat. Kerja sama kelompok berjalan lebih efektif. Hasil belajar meningkat menjadi rata-rata 71,68 dengan ketuntasan 90,63%. Peningkatan ini menunjukkan bahwa Problem Based Learning mampu menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna dan kontekstual. Berdasarkan temuan tersebut, penerapan model Problem Based Learning efektif meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPAS. Model ini mendorong siswa berpikir kritis dan mandiri. Guru disarankan menerapkan Problem Based Learning secara berkelanjutan dan menyesuaikan dengan karakteristik materi. Sekolah perlu mendukung dengan penyediaan sarana yang memadai. Kata kunci: Hasil Belajar, Model Problem Based Learning. 4aSKRIPSI a2223026545 a2223026545