02411 2200205 4500001001900000005001500019035001800034007000300052008003900055082000700094084001300101100002700114245016900141250001000310260004600320520179700366600001202163990001502175990001502190INLIS000000000991620260518102720 a0010-03260169ta260518 | | |  a51 a51 MUH e0 aMUHAMMAD ANTONI CANDRA1 aEvaluasi Perilaku Struktur dan Ketahanan Gedung Auditorium Politeknik Kemenkes Palangka Raya Terhadap Beban Gempa / MUHAMMAD ANTONI CANDRA /cMUHAMMAD ANTONI CANDRA aCet 1 aPalangka Raya :bPerpustakaan UMPR,c2026 aAdanya peristiwa gempa yang terjadi pada 19 km Timur Laut Banjarmasin, Kalimantan Selatan pada 2024 getaran tanahnya hingga ke kota Palangka Raya. Karna itu maka diperlukan evaluasi terhadap kekuatan struktur terhadap gedung bertingkat yang ada di Kalimantan Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah desain dimensi dan struktural bangunan sudah sesuai standar bangunan tahan gempa dan untuk mengetahui kemampuan kekuatan bangunan apabila diberikan beban gempa zona wilayah 2. Pada penelitian ini dilakukan evaluasi struktur gedung baru Auditorium Politeknik Kemenkes Palangka Raya menggunakan aplikasi SAP2000 untuk mendapatkan nilai kinerja struktur dengan acuan SNI 2847:2019 untuk klasifikasi desain dimensi struktural, SNI 1727:2020 untuk pembebanan minimum, serta SNI 1726:2019 untuk beban gempa rencananya. Hasil penelitian menunjukan untuk klasifikasi desain dimensi dan stuktural bangunan tahan gempa pada kolom K6, K7, dan K8 tidak memenuhi syatan karna diameter minimum sengkang nya <10 mm. dan pada balok tipe B7, B9, SL1, dan SL3 tidak memenuhi syarat karna nilai jarak antar tulangan nya <25 mm. Berdasarkan hasil output SAP200 nilai axial force terbesar terjadi pada kolom tipe K1, pada zona 2 sebesar 970,699 kN.m. Nilai shear force terbesar terjadi pada kolom tipe K1a, pada zona 2 sebesar 227,413 kN.m. Nilai moment 3-3 terbesar terjadi pada balok tipe B12, pada zona 2 sebesar 137,524 kN.m. Berdasarkan perbandingan perhitungan manual dan output SAP2000, seluruh struktur kolom K1 hingga K8 dapat dikatakan aman karna nilai maksimum antar zona gempa tidak melebihi nilai kuat nominal pada kapasitas kolom. Namun pada balok dengan tipe B4, B5, B6, B8 dan B12 tidak kuat menahan beban gempa dan perlu re-desain untuk dimensi nya atau perlu penambahan tulangan. 4aSKRIPSI a1951021260 a1951021260