02748 2200205 4500001001900000005001500019035001800034007000300052008003900055082000700094084001300101100001900114245022000133250001000353260004600363520209100409600001202500990001502512990001502527INLIS000000000999320260511101335 a0010-03260232ta260511 | | |  a22 a22 IRV a0 aIRVAN SYAHNOOR1 aAnalisis Faktor Pengambilan Keputusan Masyarakat dalam Pengembangan Bumdes Sektor Perdagangan Buah Kelapa Sawit di Desa Hanjak Maju, Kecamatan Kahayan Hilir, Kabupaten Pulang Pisau / IRVAN SYAHNOOR /cIRVAN SYAHNOOR aCet 1 aPalangka Raya :bPerpustakaan UMPR,c2026 aIrvan Syahnoor. 2026. Analisis Faktor Pengambilan Keputusan Masyarakat Dalam Pengembangan BUMDes Sektor Perdagangan Buah Kelapa Sawit. Skripsi. Program Studi Pendidikan Ekonomi Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Palangkaraya. Pembimbing : (I) Dr. Iin Nurbudiyani, M.Pd, (II) Dibyo Waskito Guntoro, M.Pd. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi pengambilan keputusan masyarakat dalam pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sektor perdagangan buah kelapa sawit di Desa Hanjak Maju, Kecamatan Kahayan Hilir, Kabupaten Pulang Pisau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap pihak-pihak yang terlibat langsung, yaitu pengelola BUMDes, pemerintah desa, serta petani kelapa sawit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengambilan keputusan petani dalam menentukan tempat penjualan Tandan Buah Segar (TBS) sawit tidak hanya dipengaruhi oleh faktor ekonomi, tetapi cenderung dipengaruhi oleh faktor sosial dan budaya. Hubungan sosial jangka panjang dengan pengepul lama, rasa sungkan, loyalitas, solidaritas, serta norma sosial untuk tidak merugikan pihak lain menjadi pertimbangan utama petani dalam mengambil keputusan. Meskipun BUMDes menawarkan harga jual yang lebih tinggi, transparansi timbangan, dan sistem pembayaran yang baik,, membuat sebagian besar petani belum beralih ke BUMDes. Keputusan petani tersebut berdampak langsung pada perkembangan dan keberlanjutan usaha BUMDes, di mana volume penjualan yang belum optimal menyebabkan perputaran modal dan pertumbuhan unit usaha perdagangan sawit berjalan relatif lambat. Kondisi ini menunjukkan bahwa keberhasilan dan keberlanjutan BUMDes tidak hanya ditentukan oleh keunggulan ekonomi, tetapi sangat dipengaruhi oleh nilai sosial-budaya masyarakat desa. Oleh karena itu, penguatan pelayanan, peningkatan kepercayaan masyarakat, serta strategi pengelolaan yang menyesuaikan dengan kondisi sosial desa menjadi kunci penting dalam mendorong perkembangan BUMDes secara berkelanjutan. 4aSKRIPSI a1922022050 a1922022050