02698 2200205 4500001001900000005001500019035001800034007000300052008003900055082000700094084001300101100002100114245023200135250001000367260004600377520202700423600001202450990001502462990001502477INLIS000000000999720260511103408 a0010-03260236ta260511 | | |  a11 a11 DES a0 aDESY LESMANAWATY1 aAnalisis Program Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dalam Meningkatkan Pelayanan Jamaah Haji Daerah Melalui Bagian Bina Mental Spiritual pada Biro Kesra Setda Provinsi Kalimantan Tengah / DESY LESMANAWATY /cDESY LESMANAWATY aCet 1 aPalangka Raya :bPerpustakaan UMPR,c2026 aIbadah haji merupakan salah satu rukun Islam yang memiliki nilai strategis dalam membentuk kualitas spiritual dan sosial umat Islam. Sebagai negara dengan jumlah jemaah haji terbesar di dunia, Indonesia menghadapi berbagai tantangan dalam penyelenggaraan ibadah haji, seperti administrasi, transportasi, pembinaan, kesehatan, dan keamanan. Dalam konteks ini, peran pemerintah daerah, khususnya Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, menjadi penting dalam mempersiapkan jemaah secara menyeluruh. Melalui Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra), khususnya Bagian Bina Mental Spiritual, pemerintah provinsi melaksanakan program pembinaan keagamaan guna meningkatkan kesiapan mental dan spiritual calon jemaah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas program pembinaan tersebut, mengidentifikasi kendala yang dihadapi, dan memberikan rekomendasi kebijakan untuk peningkatan kualitas pelayanan haji di masa depan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi terhadap sejumlah informan yang ditentukan berdasarkan kebutuhan informasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahap perencanaan, program dirancang secara partisipatif, melibatkan lintas sektor, dan berbasis evaluasi tahun sebelumnya, meskipun komunikasi publik dan pelatihan bagi pendamping ibadah masih perlu ditingkatkan. Pada tahap pelaksanaan, pembinaan manasik dilakukan secara menyeluruh dengan muatan lokal dan pembinaan mental, serta fasilitasi logistik yang terkoordinasi meskipun terkendala oleh aspek teknis seperti pengadaan melalui e-katalog. Sementara itu, proses evaluasi dan monitoring dilakukan secara berkelanjutan dengan metode pemantauan langsung, umpan balik dari jemaah, dan dokumentasi digital, mencakup aspek teknis serta kesiapan spiritual jemaah. Secara keseluruhan, program ini berkontribusi positif terhadap kesiapan dan kenyamanan jemaah, namun masih memerlukan penguatan di aspek komunikasi, inovasi metode, dan sistem evaluasi berkelanjutan. 4aSKRIPSI a2411130522 a2411130522