02383 2200205 4500001001900000005001500019035001800034007000300052008003900055082000700094084001300101100002300114245011800137250001000255260004600265520182400311600001202135990001502147990001502162INLIS000000001002620260520081624 a0010-03260259ta260520 | | |  a11 a11 LAI i0 aLAILY SINA FAHRINA1 aImplementasi Program Gerakan Bahalap oleh Telkom di Kota Palangka Raya / LAILY SINA FAHRINA /cLAILY SINA FAHRINA aCet 1 aPalangka Raya :bPerpustakaan UMPR,c2026 aLAILY SINA FAHRINA. 2025. Implementasi Program Gerakan Bahalap oleh Telkom di Kota Palangka Raya. Skripsi. Program Studi Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Muhammadiyah Palangkaraya. Pembimbing: Bapak Dr. Farid Zaky Yopiannor, S.Sos., M.A.P Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Program Gerakan Bahalap yang diinisiasi oleh PT Telkom di Kota Palangka Raya dalam upaya penanganan masalah sampah berbasis digital dan insentif sembako. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan program tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teori implementasi kebijakan Charles O. Jones yang meliputi tiga dimensi utama: Organisasi, Interpretasi, dan Penerapan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Dari aspek Organisasi, PT Telkom telah memiliki struktur dan dukungan anggaran yang kuat melalui dana CSR, namun masih terkendala pada infrastruktur fisik seperti gudang penampungan sementara. (2) Dari aspek Interpretasi, sosialisasi yang dilakukan di area CFD efektif menarik minat masyarakat, meskipun pemahaman masyarakat masih dominan pada nilai ekonomi (insentif) dibandingkan kesadaran lingkungan murni. (3) Dari aspek Penerapan, penggunaan sistem poin digital memberikan transparansi, namun jangkauan operasional masih terbatas pada pusat kota. Adapun faktor pendukung utama adalah inovasi insentif sembako yang relevan dengan kebutuhan warga, sedangkan faktor penghambatnya adalah belum adanya integrasi regulasi yang kuat dengan pemerintah daerah. Kata Kunci: Implementasi, Program Bahalap, Telkom, Pengelolaan Sampah, Administrasi Publik. 4aSKRIPSI a2111425101 a2111425101