01645 2200217 4500001001900000005001500019035001800034007000300052008003900055082000700094084001300101100001800114245016800132250001000300260004600310520101400356600001201370990001501382990001501397990001501412INLIS000000001002720260520081544 a0010-03260260ta260520 | | |  a12 a12 MUH a0 aMUHAMMAD DEVA1 aAnalisis Semiotika Roland Barthes Terhadap Makna Quarter - Life Crisis dalam Lirik Lagu " Besok Mungkin Kita Sampai " Karya Hindia / MUHAMMAD DEVA /cMUHAMMAD DEVA aCet 1 aPalangka Raya :bPerpustakaan UMPR,c2026 aPenelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna quarter-life crisis dalam lirik lagu Besok Mungkin Kita Sampai karya Hindia dengan menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik analisis teks. Analisis dilakukan melalui tiga tahap pemaknaan Barthes, yaitu denotasi (makna literal), konotasi (makna yang dipengaruhi pengalaman dan budaya), serta mitos (ideologi atau makna sosial yang dilegitimasi budaya). Hasil penelitian menunjukkan bahwa lagu ini merepresentasikan quarter-life crisis sebagai pengalaman yang dipengaruhi oleh perbandingan sosial, tekanan lingkungan, perubahan relasi pertemanan, serta tuntutan pencapaian hidup. Pada tingkat mitos, lagu ini membongkar ideologi “timeline kesuksesan” yang berkembang dalam masyarakat dan menghadirkan pesan bahwa setiap individu memiliki waktunya masing-masing untuk mencapai tujuan hidup. Kata kunci: Semiotika Roland Barthes, Quarter-Life Crisis, Musik Populer, Analisis Lirik. 4aSKRIPSI a2212026089 a2212026089 a2212026089