02562 2200205 4500001001900000005001500019035001800034007000300052008003900055082000700094084001300101100001900114245018900133250001000322260004600332520193600378600001202314990001502326990001502341INLIS000000001003120260520095155 a0010-03260263ta260520 | | |  a11 a11 TUT k0 aTUTI ALVIANITA1 aKinerja Perangkat Desa dalam Pembuatan Surat Pernyataan Penguasaan Fisik Bidang Tanah di Desa Tumbang Lawang Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan / TUTI ALVIANITA /cTUTI ALVIANITA aCet 1 aPalangka Raya :bPerpustakaan UMPR,c2026 aTuti Alvianita, 2026. Program Studi Administrasi Publik Universitas Muhammadiyah Palangka Raya, Kinerja Perangkat Desa Dalam Pembuatan Surat Pernyataan Penguasaan Fisik Bidang Tanah Di Desa Tumbang Lawang Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan . Di bawah Bimbingan Dr. Milka, S.Sos., M.A.P. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja perangkat desa dalam pembuatan Surat Pernyataan Penguasaan Fisik Bidang Tanah (SP2FBT) di Desa Tumbang Lawang, Kecamatan Pulau Malan, Kabupaten Katingan. Latar belakang penelitian ini adalah adanya kesenjangan antara ketentuan normatif mengenai pelayanan publik dan implementasinya di lapangan, yang ditunjukkan dengan prosedur pelayanan yang berbelit, lambatnya penyelesaian dokumen, ketidakhadiran aparatur pada jam kerja, serta rendahnya tingkat kepuasan masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian meliputi Kepala Desa, Sekretaris Desa, perangkat desa, dan masyarakat sebagai pemohon SP2FBT. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan reduksi, penyajian, dan interpretasi data secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja perangkat desa dalam proses pembuatan SP2FBT dipengaruhi oleh faktor internal, seperti kualitas sumber daya manusia, motivasi, kedisiplinan, dan komitmen, serta faktor eksternal, seperti kondisi geografis, keterbatasan sarana prasarana, dan aksesibilitas masyarakat. Secara umum, perangkat desa menunjukkan kinerja yang cukup baik pada aspek produktivitas, responsivitas, dan akuntabilitas, meskipun masih terdapat hambatan yang mengurangi efisiensi dan efektivitas pelayanan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan kualitas pelayanan administrasi pertanahan dapat dicapai melalui peningkatan kompetensi SDM, disiplin kerja, penyediaan sarana prasarana yang memadai, serta peningkatan komunikasi dan sosialisasi kepada masyarakat. 4aSKRIPSI a2411233185 a2411233185