02099 2200205 4500001001900000005001500019035001800034007000300052008003900055082000700094084001300101100001600114245017900130250001000309260004600319520148600365600001201851990001501863990001501878INLIS000000001010320260713094352 a0010-03260324ta260713 | | |  a61 a61 YOV p0 aYOVY HILMAN1 aPengelolaan Hutan Kemasyarakatan (Hkm) dalam Skema Perhutanan Sosial: Studi Kasus Koperasi Sawit Buluh Sejahtera di Desa Patai, Kecamatan Cempaga / YOVY HILMAN /cYOVY HILMAN aCet 1 aPalangka Raya :bPerpustakaan UMPR,c2026 aProgram Perhutanan Sosial memberikan akses legal kepada masyarakat untuk mengelola kawasan hutan secara lestari melalui berbagai skema, salah satunya Hutan Kemasyarakatan (HKm). Di Desa Patai, pengelolaan HKm dilakukan oleh Koperasi Sawit Buluh Sejahtera sebagai pemegang Izin Usaha Pemanfaatan Hutan Kemasyarakatan (IUPHKm) seluas ±818 hektare. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengelolaan HKm berdasarkan aspek kelembagaan, pengelolaan kawasan, partisipasi anggota, pengembangan usaha, serta monitoring dan evaluasi, serta mengidentifikasi permasalahan, potensi, dan peluang pengembangannya. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, studi dokumentasi, dan kuesioner dengan informan yang dipilih secara purposive. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, serta didukung analisis SWOT sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan HKm telah berjalan sesuai fungsi kelembagaan, namun belum optimal. Kegiatan pengelolaan kawasan, partisipasi anggota, pengembangan usaha, serta monitoring dan evaluasi masih perlu ditingkatkan. Disisi lain, koperasi memiliki potensi yang cukup besar melalui dukungan legalitas, luas kawasan, serta kebijakan Perhutanan Sosial. Penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas anggota, dan pengembangan usaha berbasis potensi kawasan diperlukan untuk mendukung keberlanjutan pengelolaan HKm serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 4aSKRIPSI a2261025478 a2261025478