<?xml version="1.0"?>
<oai_dc:dcCollection xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
  <oai_dc:dc>
    <dc:title xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">Kesejahteraan Ekonomi Masyarakat Penambang Emas Tradisional di Kelurahan Tumbang Napoi, Kecamatan Miri Manasa, Kabupaten Gunung Mas (Studi Kualitatif Deskriptif) / RONALDI FRAMUDIA /</dc:title>
    <dc:creator xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
   RONALDI FRAMUDIA
  </dc:creator>
    <dc:type xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">text</dc:type>
    <dc:publisher xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">Palangka Raya : Perpustakaan UMPR,</dc:publisher>
    <dc:date xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">2026</dc:date>
    <dc:language xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">|  </dc:language>
    <dc:description xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">ABSTRAK Ronaldi Framudia, 2026. Kesejahteraan Ekonomi Masyarakat Penambang Emas Tradisional di Kelurahan Tumbang Napoi, Kecamatan Miri Manasa, Kabupaten Gunung Mas (Studi Kualitatif Deskriptif). Skripsi, Program Studi Pendidikan Ekonomi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Palangka Raya. Pembimbing: (I) Dibyo Waskito Guntoro, M.Pd., (II) Arna Purtina, M.Pd. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam kesejahteraan ekonomi masyarakat penambang emas tradisional di Kelurahan Tumbang Napoi, Kabupaten Gunung Mas. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur, observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap lima informan yang merupakan kepala keluarga penambang emas tradisional. Analisis data dilakukan dengan model interaktif, dan keabsahan data diuji melalui kredibilitas, transferabilitas, dependabilitas, dan konfirmabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara objektif, delapan indikator kesejahteraan menurut Badan Pusat Statistik (2015) sebagian besar telah terpenuhi. Pendapatan bersifat fluktuatif (Rp500.000–Rp8.000.000/bulan), namun cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar. Seluruh informan memiliki rumah pribadi, akses listrik PLN, air bersih dari DAM pemerintah, serta fasilitas MCK yang layak. Kepemilikan aset seperti televisi, kulkas, dan sepeda motor telah merata. Akses pendidikan, kesehatan, dan transportasi tergolong mudah dan terjangkau. Meskipun kondisi objektif tergolong baik, seluruh informan secara subjektif belum merasa sejahtera karena ketergantungan pada pekerjaan tambang yang ilegal, berisiko, dan tidak memberikan kepastian ekonomi jangka panjang. Mereka mendefinisikan sejahtera sebagai kondisi tidak perlu bekerja setiap hari dan memiliki usaha mandiri. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kesejahteraan ekonomi masyarakat penambang emas tradisional berada pada kondisi kompleks dan multidimensional, dengan kesenjangan antara pemenuhan kebutuhan dasar dan persepsi kesejahteraan yang berkelanjutan. Kata Kunci: Kesejahteraan Ekonomi, Penambang Emas Tradisional, Studi Deskriptif Kualitatif.</dc:description>
    <dc:description xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">ABSTRAK Ronaldi Framudia, 2026. Kesejahteraan Ekonomi Masyarakat Penambang Emas Tradisional di Kelurahan Tumbang Napoi, Kecamatan Miri Manasa, Kabupaten Gunung Mas (Studi Kualitatif Deskriptif). Skripsi, Program Studi Pendidikan Ekonomi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Palangka Raya. Pembimbing: (I) Dibyo Waskito Guntoro, M.Pd., (II) Arna Purtina, M.Pd. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam kesejahteraan ekonomi masyarakat penambang emas tradisional di Kelurahan Tumbang Napoi, Kabupaten Gunung Mas. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur, observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap lima informan yang merupakan kepala keluarga penambang emas tradisional. Analisis data dilakukan dengan model interaktif, dan keabsahan data diuji melalui kredibilitas, transferabilitas, dependabilitas, dan konfirmabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara objektif, delapan indikator kesejahteraan menurut Badan Pusat Statistik (2015) sebagian besar telah terpenuhi. Pendapatan bersifat fluktuatif (Rp500.000–Rp8.000.000/bulan), namun cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar. Seluruh informan memiliki rumah pribadi, akses listrik PLN, air bersih dari DAM pemerintah, serta fasilitas MCK yang layak. Kepemilikan aset seperti televisi, kulkas, dan sepeda motor telah merata. Akses pendidikan, kesehatan, dan transportasi tergolong mudah dan terjangkau. Meskipun kondisi objektif tergolong baik, seluruh informan secara subjektif belum merasa sejahtera karena ketergantungan pada pekerjaan tambang yang ilegal, berisiko, dan tidak memberikan kepastian ekonomi jangka panjang. Mereka mendefinisikan sejahtera sebagai kondisi tidak perlu bekerja setiap hari dan memiliki usaha mandiri. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kesejahteraan ekonomi masyarakat penambang emas tradisional berada pada kondisi kompleks dan multidimensional, dengan kesenjangan antara pemenuhan kebutuhan dasar dan persepsi kesejahteraan yang berkelanjutan. Kata Kunci: Kesejahteraan Ekonomi, Penambang Emas Tradisional, Studi Deskriptif Kualitatif.</dc:description>
    <dc:subject xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">SKRIPSI</dc:subject>
  </oai_dc:dc>
</oai_dc:dcCollection>
