Peran Komunikasi Pelayanan dalam Membangun Kepercayaan Anggota pada Koperasi Simpan Pinjam (Ksp) Credit Union Sumber Rejeki Tempat Pelayanan Muara Teweh / DEDY PRATAMA J. / DEDY PRATAMA J. text Palangka Raya : Perpustakaan UMPR, 2026 | Penelitian ini menganalisis peran komunikasi pelayanan dalam membangun kepercayaan anggota pada Koperasi Simpan Pinjam Credit Union Sumber Rejeki Tempat Pelayanan Muara Teweh. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Tujuh informan dipilih secara purposive, terdiri atas kepala tempat pelayanan, petugas pelayanan, petugas kredit, dan empat anggota aktif. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi, lalu dianalisis secara tematik dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil menunjukkan bahwa keterbukaan, empati, dukungan, sikap positif, dan kesetaraan menjadi unsur utama komunikasi pelayanan. Keterbukaan mengurangi ketidakpastian informasi; empati menyesuaikan penjelasan dengan kebutuhan dan literasi anggota; dukungan membantu penyelesaian administrasi serta kendala kredit; sikap positif menciptakan interaksi ramah dan solutif; sedangkan kesetaraan menjamin pelayanan berdasarkan antrean dan prosedur yang sama. Kelima unsur tersebut memperkuat rasa aman serta keyakinan anggota terhadap integritas dan kompetensi lembaga. Komunikasi tatap muka tetap dominan, sedangkan kanal digital mendukung penyampaian informasi. Penelitian ini menganalisis peran komunikasi pelayanan dalam membangun kepercayaan anggota pada Koperasi Simpan Pinjam Credit Union Sumber Rejeki Tempat Pelayanan Muara Teweh. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Tujuh informan dipilih secara purposive, terdiri atas kepala tempat pelayanan, petugas pelayanan, petugas kredit, dan empat anggota aktif. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi, lalu dianalisis secara tematik dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil menunjukkan bahwa keterbukaan, empati, dukungan, sikap positif, dan kesetaraan menjadi unsur utama komunikasi pelayanan. Keterbukaan mengurangi ketidakpastian informasi; empati menyesuaikan penjelasan dengan kebutuhan dan literasi anggota; dukungan membantu penyelesaian administrasi serta kendala kredit; sikap positif menciptakan interaksi ramah dan solutif; sedangkan kesetaraan menjamin pelayanan berdasarkan antrean dan prosedur yang sama. Kelima unsur tersebut memperkuat rasa aman serta keyakinan anggota terhadap integritas dan kompetensi lembaga. Komunikasi tatap muka tetap dominan, sedangkan kanal digital mendukung penyampaian informasi. SKRIPSI