02584 2200205 4500001001900000005001500019035001800034007000300052008003900055082000700094084001300101100002800114245019500142250001000337260004600347520194300393600001202336990001502348990001502363INLIS000000001015020260730102149 a0010-03260364ta260730 | | |  a12 a12 MUH s0 aMUHAMMAD NOOR MUSHODDIQ1 aStrategi Peningkatan Brand Awareness Indibiz pada Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (Umkm) di Telkom Banjarmasin Kalimantan Selatan / MUHAMMAD NOOR MUSHODDIQ /cMUHAMMAD NOOR MUSHODDIQ aCet 1 aPalangka Raya :bPerpustakaan UMPR,c2026 aPermasalahan yang terjadi adalah masih rendahnya tingkat brand awareness Indibiz di kalangan pelaku UMKM di Telkom Banjarmasin, dimana layanan digital yang ditawarkan belum sepenuhnya dikenal, dipahami, dan dimanfaatkan secara optimal oleh pelaku usaha. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui strategi peningkatan brand awareness Indibiz pada pelaku UMKM di Telkom Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data dikumpulkan melalui wawancara kepada informan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, studi pustaka dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi peningkatan brand awareness Indibiz pada pelaku UMKM di Telkom Banjarmasin telah berjalan dengan cukup baik, namun belum sepenuhnya optimal berdasarkan indikator brand awareness menurut Aaker (1997). Pada indikator top of mind, Indibiz masih belum menjadi merek utama yang pertama kali diingat oleh pelaku UMKM ketika membutuhkan layanan internet bisnis. Pada indikator brand recall, Indibiz sudah mulai diingat oleh sebagian pelaku UMKM setelah memperoleh informasi melalui media sosial maupun promosi langsung, meskipun tingkat pengingatannya masih belum konsisten. Pada indikator brand recognition, pelaku UMKM sudah cukup mampu mengenali nama dan logo Indibiz sehingga indikator ini menjadi aspek yang paling baik dibandingkan indikator lainnya. Sementara itu, pada indikator unaware of brand masih ditemukan sebagian pelaku UMKM yang belum mengenal Indibiz secara menyeluruh karena informasi yang diterima masih terbatas. Oleh karena itu, diperlukan penguatan strategi pemasaran yang lebih terarah, konsisten, dan berkelanjutan agar Indibiz dapat lebih dikenal, lebih mudah diingat, dan mampu menjadi pilihan utama di kalangan pelaku UMKM di Kota Banjarmasin. 4aSKRIPSI a2412131579 a2412131579