02936 2200205 4500001001900000005001500019035001800034007000300052008003900055082000700094084001300101100002200114245017000136250001000306260004600316520232600362600001202688990001502700990001502715INLIS000000001015520260730105054 a0010-03260368ta260730 | | |  a11 a11 WEL s0 aWELSING RAMON ASI1 aStrategi Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga, Serta Pariwisata Kabupaten Katingan dalam Pengembangan Wisata Bukit Batu / WELSING RAMON ASI /cWELSING RAMON ASI aCet 1 aPalangka Raya :bPerpustakaan UMPR,c2026 aWelsing Ramon Asi, 2026. Program Studi Administrasi Publik Universitas Muhammadiyah Palangkaraya “Strategi Dinas Kebudayaan, Kepemudaan Dan Olahraga, Serta Pariwisata Kabupaten Katingan Dalam Pengembangan Wisata Bukit Batu”. Dibawah Bimbingan: Nova Riyanti, S.Sos., M.A.P. Kabupaten Katingan memiliki potensi pariwisata yang kaya akan keindahan alam dan nilai budaya lokal, khususnya pada destinasi Wisata Bukit Batu, namun kontribusinya terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) masih belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Katingan dalam pengembangan Wisata Bukit Batu serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, yang kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengembangan pariwisata dilakukan melalui tiga tahapan manajemen strategi menurut Fred R. David, yaitu formulasi strategi, pelaksanaan strategi, dan evaluasi strategi. Formulasi strategi mencakup penetapan visi, misi, dan kebijakan pengembangan pariwisata yang selaras dengan RIPPARNAS, RPJMD, dan Renstra Perangkat Daerah. Pelaksanaan strategi diwujudkan melalui pembangunan dan perbaikan infrastruktur, peningkatan fasilitas wisata, promosi digital melalui media sosial, dan pemberdayaan masyarakat lokal sebagai pendamping wisatawan, sedangkan evaluasi strategi dilakukan melalui peninjauan capaian kinerja, identifikasi hambatan di lapangan, dan penyesuaian program sesuai kebutuhan. Faktor pendukung pengembangan Wisata Bukit Batu meliputi keindahan alam, kekayaan budaya lokal, dan lokasi strategis di jalur lintas provinsi, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan sumber daya manusia, sarana dan prasarana yang belum optimal, serta promosi yang belum menjangkau wisatawan mancanegara. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan kerja sama antara pemerintah daerah, masyarakat, dan pihak ketiga, optimalisasi promosi digital untuk pasar internasional, serta penguatan pengelolaan berbasis keberlanjutan agar potensi wisata dan kearifan lokal dapat memberikan kontribusi ekonomi dan budaya secara maksimal bagi Kabupaten Katingan. 4aSKRIPSI a2011023499 a2011023499