Peran Guru Bimbingan Konseling Terhadap Dampak Negatif Media Sosial pada Generasi Z dan Generasi Alfa di Mts Nurul Barokah Nw / ROSMIATI /
ROSMIATI
text
Palangka Raya : Perpustakaan UMPR,
2026
|
Pesatnya arus digitalisasi membawa perubahan besar bagi pola perilaku siswa Madrasah Tsanawiyah yang tergolong dalam Generasi Z dan Generasi Alfa. Di MTs Nurul Barokah NW, penggunaan media sosial yang tidak terkontrol memicu berbagai masalah nyata, mulai dari kecanduan gawai (gadget addiction), penurunan konsentrasi belajar, hingga tindakan perundungan siber (cyberbullying) berskala ringan di grup obrolan kelas. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan secara mendalam dampak negatif media sosial yang dialami langsung oleh siswa kelas 8 serta menganalisis efektivitas peran guru Bimbingan Konseling (BK) dalam melakukan tindakan preventif dan kuratif. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus, data dikumpulkan melalui teknik wawancara terstruktur kepada guru BK, wali kelas, dan perwakilan siswa, serta diperkuat dengan data buku catatan pelanggaran BK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak negatif paling dominan pada siswa kelas 8 adalah penurunan fokus belajar akibat sindrom FOMO (Fear of Missing Out) terhadap video pendek (TikTok dan Reels). Menghadapi hal ini, guru BK menjalankan peran sebagai fasilitator melalui program inovatif "Digital Detox Akhlakul Karimah" dan pendekatan konseling kelompok secara persuasif. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa intervensi guru BK yang kolaboratif mampu memulihkan motivasi belajar siswa dan menekan angka pelanggaran digital di lingkungan madrasah.
SKRIPSI