<?xml version="1.0"?>
<oai_dc:dcCollection xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
  <oai_dc:dc>
    <dc:title xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">Teknik Pemupukan Npk 13-6-27 Terhadap Produksi Tandan Buah Segar Pt. Palmina Utama / BUDI UTOMO /</dc:title>
    <dc:creator xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
   BUDI UTOMO
  </dc:creator>
    <dc:type xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">text</dc:type>
    <dc:publisher xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">Palangka Raya : Perpustakaan UMPR,</dc:publisher>
    <dc:date xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">2026</dc:date>
    <dc:language xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">|  </dc:language>
    <dc:description xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">Kelapa sawit merupakan salah satu komoditas perkebunan yang memiliki peranan penting dalam perekonomian Indonesia. Salah satu faktor yang memengaruhi produktivitas tanaman kelapa sawit adalah pemupukan yang tepat dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pemupukan NPK 13-6-27, menganalisis produksi tandan buah segar (TBS), serta mengevaluasi hubungan frekuensi pemupukan NPK terhadap produktivitas tanaman kelapa sawit di Blok G50 PT. Palmina Utama. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari sampai Mei 2026 di Blok G50 PT. Palmina Utama, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Metode yang digunakan adalah metode deskriPT.if kuantitatif dengan pendekatan studi kasus. Data yang digunakan berupa data pemupukan dan produksi TBS tahun 2025 yang diperoleh dari arsip perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemupukan NPK 13-6-27 dilakukan sebanyak tiga kali dalam satu tahun dengan dosis 3 kg/pokok pada setiap aplikasi atau total 9 kg/pokok/tahun. Blok G50 memiliki luas areal 29,18 ha dengan jumlah tanaman 3.968 pokok dan standar populasi tanaman (SPH) sebesar 136 pokok/ha. Produksi TBS selama tahun 2025 mencapai 1.033,30 ton dengan produktivitas sebesar 35,14 ton/ha/tahun. Produksi terendah terjadi pada bulan Februari sebesar 65,94 ton atau 2,2 ton/ha, sedangkan produksi tertinggi terjadi pada bulan September sebesar 105,67 ton atau 3,6 ton/ha. Peningkatan produksi yang terjadi dari bulan Maret hingga September menunjukkan bahwa pemupukan NPK yang dilakukan secara berkala mampu menjaga ketersediaan unsur hara dan mendukung peningkatan produktivitas tanaman kelapa sawit. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa frekuensi pemupukan NPK sebanyak tiga kali dalam setahun dengan dosis 3 kg/pokok setiap aplikasi mampu mendukung produksi tandan buah segar (TBS) dan menjaga produktivitas tanaman kelapa sawit di PT. Palmina Utama.</dc:description>
    <dc:description xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">Kelapa sawit merupakan salah satu komoditas perkebunan yang memiliki peranan penting dalam perekonomian Indonesia. Salah satu faktor yang memengaruhi produktivitas tanaman kelapa sawit adalah pemupukan yang tepat dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pemupukan NPK 13-6-27, menganalisis produksi tandan buah segar (TBS), serta mengevaluasi hubungan frekuensi pemupukan NPK terhadap produktivitas tanaman kelapa sawit di Blok G50 PT. Palmina Utama. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari sampai Mei 2026 di Blok G50 PT. Palmina Utama, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Metode yang digunakan adalah metode deskriPT.if kuantitatif dengan pendekatan studi kasus. Data yang digunakan berupa data pemupukan dan produksi TBS tahun 2025 yang diperoleh dari arsip perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemupukan NPK 13-6-27 dilakukan sebanyak tiga kali dalam satu tahun dengan dosis 3 kg/pokok pada setiap aplikasi atau total 9 kg/pokok/tahun. Blok G50 memiliki luas areal 29,18 ha dengan jumlah tanaman 3.968 pokok dan standar populasi tanaman (SPH) sebesar 136 pokok/ha. Produksi TBS selama tahun 2025 mencapai 1.033,30 ton dengan produktivitas sebesar 35,14 ton/ha/tahun. Produksi terendah terjadi pada bulan Februari sebesar 65,94 ton atau 2,2 ton/ha, sedangkan produksi tertinggi terjadi pada bulan September sebesar 105,67 ton atau 3,6 ton/ha. Peningkatan produksi yang terjadi dari bulan Maret hingga September menunjukkan bahwa pemupukan NPK yang dilakukan secara berkala mampu menjaga ketersediaan unsur hara dan mendukung peningkatan produktivitas tanaman kelapa sawit. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa frekuensi pemupukan NPK sebanyak tiga kali dalam setahun dengan dosis 3 kg/pokok setiap aplikasi mampu mendukung produksi tandan buah segar (TBS) dan menjaga produktivitas tanaman kelapa sawit di PT. Palmina Utama.</dc:description>
    <dc:subject xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">SKRIPSI</dc:subject>
  </oai_dc:dc>
</oai_dc:dcCollection>
