Pembinaan Keagamaan Remaja di Masjid Ainul Yaqin Desa Talian Kereng Kabupaten Katingan / BAGUS ABDUL MUZAMMIL / BAGUS ABDUL MUZAMMIL text Palangka Raya : Perpustakaan UMPR, 2026 | Bagus Abdul Muzammil, 2026. Pembinaan Keagamaan Remaja di Masjid Ainul Yaqin Desa Talian Kereng Kabupaten Katingan. Skripsi, Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Agama Islam. Pembimbing (I) M.Tri Ramdhani, M.P.d.I., Pembimbing (II) Dr. Supriadi, M.Pd.I. Kata Kunci: Pembinaan Keagamaan, Remaja Masjid, Masjid, Pembinaan Akhlak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya pelaksanaan pembinaan keagamaan remaja di Masjid 'Ainul Yaqin Desa Talian Kereng Kabupaten Katingan, yang ditandai dengan masih terbatasnya partisipasi remaja dalam kegiatan masjid serta perlunya peningkatan sistem pembinaan agar lebih sesuai dengan kebutuhan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan pelaksanaan pembinaan keagamaan remaja di Masjid 'Ainul Yaqin Desa Talian Kereng Kabupaten Katingan, dan (2) mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan pembinaan keagamaan remaja di masjid tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas 1 orang pembina, sedangkan informan penelitian terdiri atas 1 orang pengurus masjid dan 2 orang remaja masjid. Penelitian difokuskan pada pelaksanaan tiga kegiatan pembinaan, yaitu yasinan, dziba’an/hadroh, serta pembelajaran Al-Qur'an dan Iqro' (TPQ). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembinaan keagamaan remaja di Masjid ‘Ainul Yaqin dilakukan melalui kegiatan yasinan, dziba’an/hadroh, serta pembelajaran Al-Qur’an dan Iqro’ dengan metode ceramah, diskusi, praktik, dan tadarus. Pembina berperan dalam menyampaikan materi dan membimbing remaja, sedangkan pengurus masjid bertugas mengatur jadwal, koordinasi, serta menyediakan sarana dan prasarana. Remaja menunjukkan partisipasi yang cukup baik dalam kegiatan pembinaan. Faktor pendukung meliputi motivasi remaja, dukungan pembina, pengurus, keluarga, teman sebaya, masyarakat, serta fasilitas masjid yang memadai. Adapun faktor penghambat meliputi kesibukan remaja, keterbatasan dana dan bahan ajar, belum optimalnya sistem pendataan kehadiran dan evaluasi, serta terbatasnya interaksi dalam beberapa kegiatan pembinaan. SKRIPSI