Analisis Semiotika Roland Barthes Konflik Cinta Beda Agama dalam Film Patah Hati yang Ku Pilih / SINTIYA RAHMI /
SINTIYA RAHMI
text
Palangka Raya : Perpustakaan UMPR,
2026
|
RINGKASAN Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya fenomena hubungan cinta beda agama di Indonesia yang kerap menimbulkan konflik antara perasaan pribadi, norma sosial, dan nilai-nilai keagamaan. Dalam kehidupan masyarakat yang plural, hubungan lintas agama masih menjadi isu yang sensitif karena sering dihadapkan pada berbagai hambatan, seperti penolakan keluarga, stigma sosial, serta perbedaan pandangan mengenai pernikahan dan kehidupan berkeluarga. Fenomena tersebut menunjukkan adanya pertentangan antara kebebasan individu dalam memilih pasangan dengan tuntutan norma yang berlaku di lingkungan sosial dan keagamaan. Berdasarkan fenomena tersebut, penelitian ini berfokus pada representasi konflik cinta beda agama dalam film Patah Hati yang Kupilih sebagai objek kajian. Film dipilih karena mampu merepresentasikan realitas sosial melalui adegan, dialog, dan simbol visual yang mengandung makna tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna konflik cinta beda agama yang ditampilkan dalam film menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes. Analisis dilakukan melalui tiga tingkatan makna, yaitu denotasi, konotasi, dan mitos, guna mengungkap pesan-pesan yang tersirat di balik representasi konflik yang ditampilkan Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi dan dokumentasi terhadap teks audiovisual film. Tidak terdapat responden dalam penelitian ini karena fokus kajian terletak pada isi dan tanda-tanda yang muncul dalam film. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik cinta beda agama direpresentasikan sebagai pertentangan antara cinta, identitas agama, dan tekanan sosial yang berasal dari keluarga maupun lingkungan sekitar. Simpulan penelitian menegaskan bahwa film tidak hanya menggambarkan konflik personal antar tokoh, tetapi juga merefleksikan ideologi sosial yang menempatkan kesamaan nilai, keyakinan, dan identitas sebagai faktor penting dalam keberlangsungan hubungan romantis.
SKRIPSI