<?xml version="1.0"?>
<oai_dc:dcCollection xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
  <oai_dc:dc>
    <dc:title xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">Peran Orang Tua dalam Memotivasi Anak Belajar Agama Islam di Desa Hampalit Kecamatan Tumbang Samba / FAISAL AKBAR /</dc:title>
    <dc:creator xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
   FAISAL AKBAR
  </dc:creator>
    <dc:type xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">text</dc:type>
    <dc:publisher xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">Palangka Raya : Perpustakaan UMPR,</dc:publisher>
    <dc:date xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">2026</dc:date>
    <dc:language xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">|  </dc:language>
    <dc:description xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran orang tua dalam memberikan motivasi kepada anak untuk belajar agama Islam di tengah berbagai tantangan yang mempengaruhi minat belajar anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran orang tua sebagai motivator verbal, keteladanan, emosional, dan instrumental dalam memotivasi anak belajar agama Islam serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat yang memengaruhi peran tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Subjek penelitian terdiri dari dua orang tua yang memiliki anak usia sekolah, sedangkan informan terdiri dari dua orang anak. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperiksa melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua memiliki peran yang penting dalam memotivasi anak belajar agama Islam. Peran tersebut diwujudkan melalui pemberian nasihat, arahan, dan pengingat ibadah sebagai motivator verbal; pemberian contoh dalam melaksanakan ibadah sebagai bentuk keteladanan; perhatian, pendampingan, dan dukungan emosional terhadap kegiatan belajar agama anak; serta penyediaan fasilitas belajar agama dan dukungan mengikuti kegiatan mengaji sebagai motivator instrumental. Faktor pendukung meliputi dukungan keluarga, lingkungan yang religius, serta tersedianya sarana pembelajaran agama. Adapun faktor penghambat meliputi kesibukan orang tua dalam bekerja, pengaruh penggunaan telepon genggam, serta pergaulan anak yang kurang mendukung kegiatan belajar agama. Dengan demikian, keterlibatan aktif orang tua terbukti berperan dalam meningkatkan motivasi anak untuk belajar dan mengamalkan ajaran agama Islam.</dc:description>
    <dc:description xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran orang tua dalam memberikan motivasi kepada anak untuk belajar agama Islam di tengah berbagai tantangan yang mempengaruhi minat belajar anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran orang tua sebagai motivator verbal, keteladanan, emosional, dan instrumental dalam memotivasi anak belajar agama Islam serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat yang memengaruhi peran tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Subjek penelitian terdiri dari dua orang tua yang memiliki anak usia sekolah, sedangkan informan terdiri dari dua orang anak. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperiksa melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua memiliki peran yang penting dalam memotivasi anak belajar agama Islam. Peran tersebut diwujudkan melalui pemberian nasihat, arahan, dan pengingat ibadah sebagai motivator verbal; pemberian contoh dalam melaksanakan ibadah sebagai bentuk keteladanan; perhatian, pendampingan, dan dukungan emosional terhadap kegiatan belajar agama anak; serta penyediaan fasilitas belajar agama dan dukungan mengikuti kegiatan mengaji sebagai motivator instrumental. Faktor pendukung meliputi dukungan keluarga, lingkungan yang religius, serta tersedianya sarana pembelajaran agama. Adapun faktor penghambat meliputi kesibukan orang tua dalam bekerja, pengaruh penggunaan telepon genggam, serta pergaulan anak yang kurang mendukung kegiatan belajar agama. Dengan demikian, keterlibatan aktif orang tua terbukti berperan dalam meningkatkan motivasi anak untuk belajar dan mengamalkan ajaran agama Islam.</dc:description>
    <dc:subject xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">SKRIPSI</dc:subject>
  </oai_dc:dc>
</oai_dc:dcCollection>
