<?xml version="1.0"?>
<oai_dc:dcCollection xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
  <oai_dc:dc>
    <dc:title xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">Strategi Adaptasi Pelaku Umkm Terhadap Pergeseran Prilaku Konsumen di Era Social Commerce / MEISI /</dc:title>
    <dc:creator xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
   MEISI
  </dc:creator>
    <dc:type xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">text</dc:type>
    <dc:publisher xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">Palangka Raya : Perpustakaan UMPR,</dc:publisher>
    <dc:date xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">2026</dc:date>
    <dc:language xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">|  </dc:language>
    <dc:description xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">Kemajuan teknologi digital mendorong pergeseran perilaku konsumen dari toko fisik menuju platform media sosial, memunculkan fenomena social commerce yang menuntut pelaku UMKM menyesuaikan strategi pemasaran mereka. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi adaptasi pelaku UMKM terhadap pergeseran perilaku konsumen di era social commerce dengan studi kasus pada pedagang di Kota Palangkaraya. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap 10 pelaku UMKM (4 pelaku kuliner (kue kering, makanan tradisional, minuman kekinian, catering), 3 pelaku fashion (batik Kalimantan, hijab, pakaian anak), 2 pelaku kerajinan (tas rotan, aksesori kayu), serta 1 pelaku produk pertanian (olahan buah lokal). Strategi adaptasi yang diterapkan meliputi optimalisasi fitur social commerce, peningkatan engagement melalui konten interaktif, inovasi produk dan kemasan, kolaborasi dengan micro-influencer, serta pemanfaatan data analitik platform. Tantangan atau hambatan utama adalah keterbatasan literasi digital, modal promosi terbatas, dan infrastruktur internet yang belum merata, sementara pelatihan pemerintah daerah, komunitas UMKM, dan dukungan keluarga menjadi faktor pendorong keberhasilan adaptasi. Hasil penelitian menunjukkan pergeseran perilaku konsumen ditandai dengan perpindahan belanja ke media sosial, preferensi konten video pendek dan live streaming, perilaku pembelian berbasis data, serta pengaruh kuat micro-influencer lokal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan adaptasi UMKM ditentukan oleh kombinasi peningkatan kapabilitas digital, dukungan ekosistem eksternal, dan optimalisasi fitur platform social commerce.</dc:description>
    <dc:description xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">Kemajuan teknologi digital mendorong pergeseran perilaku konsumen dari toko fisik menuju platform media sosial, memunculkan fenomena social commerce yang menuntut pelaku UMKM menyesuaikan strategi pemasaran mereka. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi adaptasi pelaku UMKM terhadap pergeseran perilaku konsumen di era social commerce dengan studi kasus pada pedagang di Kota Palangkaraya. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap 10 pelaku UMKM (4 pelaku kuliner (kue kering, makanan tradisional, minuman kekinian, catering), 3 pelaku fashion (batik Kalimantan, hijab, pakaian anak), 2 pelaku kerajinan (tas rotan, aksesori kayu), serta 1 pelaku produk pertanian (olahan buah lokal). Strategi adaptasi yang diterapkan meliputi optimalisasi fitur social commerce, peningkatan engagement melalui konten interaktif, inovasi produk dan kemasan, kolaborasi dengan micro-influencer, serta pemanfaatan data analitik platform. Tantangan atau hambatan utama adalah keterbatasan literasi digital, modal promosi terbatas, dan infrastruktur internet yang belum merata, sementara pelatihan pemerintah daerah, komunitas UMKM, dan dukungan keluarga menjadi faktor pendorong keberhasilan adaptasi. Hasil penelitian menunjukkan pergeseran perilaku konsumen ditandai dengan perpindahan belanja ke media sosial, preferensi konten video pendek dan live streaming, perilaku pembelian berbasis data, serta pengaruh kuat micro-influencer lokal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan adaptasi UMKM ditentukan oleh kombinasi peningkatan kapabilitas digital, dukungan ekosistem eksternal, dan optimalisasi fitur platform social commerce.</dc:description>
    <dc:subject xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">SKRIPSI</dc:subject>
  </oai_dc:dc>
</oai_dc:dcCollection>
