Peningkatan Kemampuan Literasi Dasar Melalui Pendekatan Pembelajaran Aktif pada Siswa dengan Latar Belakang Dukungan Keluarga Terbatas di Sdn 2 Petuk Barunai / PUTRI RAMA AYU ASHARI / PUTRI RAMA AYU ASHARI text Palangka Raya : Perpustakaan UMPR, 2026 | Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya kemampuan literasi dasar siswa kelas II SDN 2 Petuk Barunai yang sebagian besar berasal dari keluarga dengan keterbatasan dukungan literasi di rumah. Tujuan penelitian adalah meningkatkan kemampuan membaca dan menulis permulaan melalui pendekatan pembelajaran aktif berbasis konteks lokal. Penelitian menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang diperkaya dengan data kuantitatif (mixed methods), dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah 36 siswa kelas II. Data dikumpulkan melalui tes literasi, observasi partisipatif, dan angket keterlibatan siswa. Hasil menunjukkan peningkatan nilai rata-rata dari 52,4 (pra-siklus) menjadi 67,8 (Siklus I) dan 81,3 (Siklus II), serta ketuntasan belajar meningkat dari 25% menjadi 86,1%. Pendekatan pembelajaran aktif yang mengintegrasikan cerita berbasis budaya lokal, permainan kata, dan kolaborasi teman sebaya terbukti efektif menggantikan peran stimulus literasi yang tidak tersedia di lingkungan keluarga. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan strategi pedagogis yang responsif terhadap keterbatasan kapital sosial-literasi keluarga di daerah terpencil. Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya kemampuan literasi dasar siswa kelas II SDN 2 Petuk Barunai yang sebagian besar berasal dari keluarga dengan keterbatasan dukungan literasi di rumah. Tujuan penelitian adalah meningkatkan kemampuan membaca dan menulis permulaan melalui pendekatan pembelajaran aktif berbasis konteks lokal. Penelitian menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang diperkaya dengan data kuantitatif (mixed methods), dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah 36 siswa kelas II. Data dikumpulkan melalui tes literasi, observasi partisipatif, dan angket keterlibatan siswa. Hasil menunjukkan peningkatan nilai rata-rata dari 52,4 (pra-siklus) menjadi 67,8 (Siklus I) dan 81,3 (Siklus II), serta ketuntasan belajar meningkat dari 25% menjadi 86,1%. Pendekatan pembelajaran aktif yang mengintegrasikan cerita berbasis budaya lokal, permainan kata, dan kolaborasi teman sebaya terbukti efektif menggantikan peran stimulus literasi yang tidak tersedia di lingkungan keluarga. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan strategi pedagogis yang responsif terhadap keterbatasan kapital sosial-literasi keluarga di daerah terpencil. SKRIPSI