<?xml version="1.0"?>
<oai_dc:dcCollection xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
  <oai_dc:dc>
    <dc:title xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">Strategi Komunikasi Bisnis Produk Hidroponik pada Akun Tiktok Sayur Sei Hidroponik Palangka Raya / MUHAMAD ARIF RAHMAN /</dc:title>
    <dc:creator xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
   MUHAMAD ARIF RAHMAN
  </dc:creator>
    <dc:type xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">text</dc:type>
    <dc:publisher xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">Palangka Raya : Perpustakaan UMPR,</dc:publisher>
    <dc:date xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">2026</dc:date>
    <dc:language xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">|  </dc:language>
    <dc:description xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">Penelitian ini berjudul "Strategi Komunikasi Bisnis Produk Hidroponik Melalui TikTok di Sayur Sei Hidroponik Palangka Raya". Latar belakang penelitian ini adalah adanya transformasi digital yang mendorong pelaku usaha, termasuk di sektor pertanian modern, untuk beradaptasi dengan pola komunikasi baru yang interaktif dan visual melalui media sosial seperti TikTok. Masalah utama yang diangkat adalah bagaimana strategi komunikasi bisnis, penerapan model AIDA (Attention, Interest, Desire, Action), serta respon audiens terhadap konten TikTok Sayur Sei Hidroponik. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui teknik wawancara mendalam dengan pemilik usaha sebagai informan utama dan audiens sebagai informan pendukung, serta melalui observasi dan dokumentasi konten TikTok. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi bisnis Sayur Sei Hidroponik dilakukan melalui perencanaan ide, penyusunan skrip sederhana, hingga pengemasan konten visual yang menonjolkan kesegaran produk di detik awal video. Penerapan model AIDA terlihat pada tahap Attention melalui visual produk yang segar; Interest melalui edukasi budidaya tanpa pestisida; Desire melalui testimoni dan kualitas premium; serta Action melalui pencantuman kontak pemesanan. Strategi ini terbukti efektif dengan adanya peningkatan penjualan yang signifikan, dari rata-rata 70 pcs menjadi sekitar 300 pcs per hari setelah konsisten menggunakan TikTok. Respon audiens cenderung positif, di mana visual yang menarik menjadi daya tarik utama yang mendorong minat beli konsumen.</dc:description>
    <dc:description xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">Penelitian ini berjudul "Strategi Komunikasi Bisnis Produk Hidroponik Melalui TikTok di Sayur Sei Hidroponik Palangka Raya". Latar belakang penelitian ini adalah adanya transformasi digital yang mendorong pelaku usaha, termasuk di sektor pertanian modern, untuk beradaptasi dengan pola komunikasi baru yang interaktif dan visual melalui media sosial seperti TikTok. Masalah utama yang diangkat adalah bagaimana strategi komunikasi bisnis, penerapan model AIDA (Attention, Interest, Desire, Action), serta respon audiens terhadap konten TikTok Sayur Sei Hidroponik. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui teknik wawancara mendalam dengan pemilik usaha sebagai informan utama dan audiens sebagai informan pendukung, serta melalui observasi dan dokumentasi konten TikTok. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi bisnis Sayur Sei Hidroponik dilakukan melalui perencanaan ide, penyusunan skrip sederhana, hingga pengemasan konten visual yang menonjolkan kesegaran produk di detik awal video. Penerapan model AIDA terlihat pada tahap Attention melalui visual produk yang segar; Interest melalui edukasi budidaya tanpa pestisida; Desire melalui testimoni dan kualitas premium; serta Action melalui pencantuman kontak pemesanan. Strategi ini terbukti efektif dengan adanya peningkatan penjualan yang signifikan, dari rata-rata 70 pcs menjadi sekitar 300 pcs per hari setelah konsisten menggunakan TikTok. Respon audiens cenderung positif, di mana visual yang menarik menjadi daya tarik utama yang mendorong minat beli konsumen.</dc:description>
    <dc:subject xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">SKRIPSI</dc:subject>
  </oai_dc:dc>
</oai_dc:dcCollection>
