Evaluasi Keandalan Fisik Bangunan Gedung (Studi Kasus: Pembangunan 99 Coffee & Roastery Jl. Adonis Samad Palangka Raya, Kalimantan Tengah) / RIFHALDI HUNANDA / RIFHALDI HUNANDA text Palangka Raya : Perpustakaan UMPR, 2026 | Untuk menentukan keandalan fisik bangunan gedung meliputi aspek kenyamanan, kesehatan, keselamatan, kemudahan dan keserasian dengan lingkungan. Aspek pengamatan fisik di lapangan dilakukan pada segi arsitektur, struktur, utilitas, aksessibilitas serta tata bangunan dan lingkungan. Hasil dari pemeriksaan keandalan bangunan gedung digunakan sebagai dasar awal pertimbangan lebih lanjut dalam menerbitkan Sertifikat Laik Fungsi Bangunan Gedung oleh Pemerintah Daerah. Persyaratan administratif yang dimaksud meliputi status hak atas tanah, status kepemilikan bangunan gedung, dan izin mendirikan bangunan. Sedangkan untuk persyaratan teknis bangunan gedung meliputi persyaratan tata bangunan dan persyaratan keandalan bangunan gedung. Hasil pemeriksan keandalan fisik bangunan dengan kuesioner semua data di uji menggunakan aplikasi SPSS versi 26. Uji validitas mengukur tingkat ketepatan atau keakuratan instrument dan Uji reliabilitas mengukur tingkat keandalan pemeriksaan bangunan gedung.Pengujian validitas menguji data didapatkan hasil kuesioner mengukur tingkat ketepatan atau keakuratan data. Hasil uji validitas (x1) 0.773, (x2) 0.607, (x3) 0.670, (x4) 0.766, (x5) 0.786, (x6) 0.772, (x7) 0.919, (x8) 0.782, (x9) 0.901, (x10) 0.749, (x11) 0.901, (x12) 0.656, (x13) 0.759, (x14) 0.787, (x15) 0.855, (x16) 0.855. Pengujian keandalan di uji menggunakan uji Realibilitas sebagai berikut. Pengujian keandalan dari pertanyaaan X1 hasil Cronbach’s Alpha 0.761, keandalan dari pertanyaan X2 hasil Cronbach’s Alpha 0.774, keandalan dari pertanyaan X3 hasil Cronbach’s Alpha 0.746, keandalan dari pertanyaan Y hasil Cronbach’s Alpha 0.947. Kata Kunci: Bangunan Gedung, Tata Bangunan Lingkungan, Keandalan Fisik, SPPS SKRIPSI