02702 2200205 4500001001900000005001500019035001800034007000300052008003900055082000700094084001300101100002600114245020600140250001000346260004600356520205200402600001202454990001502466990001502481INLIS000000001020020260803092711 a0010-03260410ta260803 | | |  a11 a11 ALH p0 aALHIMA REZA SEPTIANTO1 aPeran Badan Usaha Milik Desa Berkah Mulia Raya (Bumdes) dalam Meningkatkan Hasil Pertanian di Desa Persil Raya Kecamatan Seruyan Hilir Kabupaten Seruyan / ALHIMA REZA SEPTIANTO /cALHIMA REZA SEPTIANTO aCet 1 aPalangka Raya :bPerpustakaan UMPR,c2026 aPermasalahan dalam penelitian ini berangkat dari belum optimalnya peran lembaga ekonomi desa dalam mendukung peningkatan hasil pertanian. Meskipun secara normatif lembaga tersebut dibentuk untuk memperkuat perekonomian masyarakat, kenyataannya masih terdapat berbagai kendala seperti keterbatasan sumber daya manusia, lemahnya pengelolaan usaha, serta kurangnya akses petani terhadap modal, sarana produksi, dan jaringan pemasaran. Kondisi ini menyebabkan hasil pertanian belum mengalami peningkatan yang signifikan dan berkelanjutan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis peranan lembaga ekonomi desa dalam meningkatkan hasil pertanian masyarakat. Penelitian ini berfokus pada bagaimana peran tersebut dijalankan dalam aspek penyediaan sarana produksi, akses permodalan, pengelolaan hasil pertanian, serta pemasaran produk pertanian. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan peran tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Sumber data terdiri dari data primer yang diperoleh langsung dari informan dan data sekunder dari dokumen pendukung. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dengan menggunakan teknik triangulasi untuk menjaga keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran lembaga ekonomi desa dalam meningkatkan hasil pertanian belum berjalan secara optimal. Hal ini terlihat dari belum maksimalnya penyediaan sarana produksi, terbatasnya akses permodalan, kurangnya pengelolaan hasil pertanian, serta lemahnya sistem pemasaran. Kendala utama yang dihadapi meliputi keterbatasan kapasitas manajemen, kurangnya koordinasi antar pihak, serta minimnya inovasi usaha. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta perbaikan sistem pengelolaan agar peran tersebut dapat berjalan lebih efektif. 4aSKRIPSI a2211025708 a2211025708