03003 2200205 4500001001900000005001500019035001800034007000300052008003900055082000700094084001300101100003000114245012400144250001000268260004600278520243100324600001202755990001502767990001502782INLIS000000001021420260805110409 a0010-03260421ta260805 | | |  a51 a51 MUH a0 aMUHAMMAD ALFIANNOR RAHMAN1 aAnalisa Limbah Konstruksi Menggunakan Metode Lean Construction / MUHAMMAD ALFIANNOR RAHMAN /cMUHAMMAD ALFIANNOR RAHMAN aCet 1 aPalangka Raya :bPerpustakaan UMPR,c2026 aBiaya material merupakan salah satu komponen biaya terbesar dalam pelaksanaan proyek konstruksi, khususnya pada pembangunan rumah subsidi yang dilaksanakan dalam jumlah unit yang banyak. Meskipun biaya material untuk satu unit rumah relatif tidak terlalu besar, setiap perbedaan penggunaan material akan terakumulasi menjadi nilai yang signifikan apabila diterapkan pada proyek yang direncanakan membangun 416 unit rumah. Oleh karena itu, pengelolaan material yang efektif diperlukan untuk meningkatkan efisiensi biaya serta meminimalkan pemborosan (waste) selama proses pelaksanaan konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi material dominan berdasarkan kontribusi biaya menggunakan metode Diagram Pareto serta menganalisis potensi waste material menggunakan pendekatan Lean Construction pada proyek pembangunan rumah subsidi tipe 36. Data penelitian diperoleh dari Rencana Anggaran Biaya (RAB), gambar kerja, data penggunaan material aktual di lapangan, serta hasil observasi. Metode Diagram Pareto digunakan untuk menentukan material dominan, kemudian dilakukan perhitungan kebutuhan material dan perbandingan antara kebutuhan material berdasarkan RAB dengan penggunaan material aktual di lapangan. Selanjutnya dilakukan analisis potensi waste berdasarkan tujuh jenis pemborosan (seven wastes) pada konsep Lean Construction. Hasil penelitian menunjukkan bahwa material dominan yang memiliki kontribusi biaya terbesar adalah bata ringan Hebel, Semen Gresik 40 kg, pasir urug, dan besi tulangan Ø8. Perbandingan antara data RAB dan data aktual menunjukkan adanya perbedaan penggunaan material selama pelaksanaan proyek. Berdasarkan analisis Lean Construction, potensi waste yang paling dominan meliputi defect, transportation, inventory, dan overprocessing, sedangkan kategori waiting, motion, dan overproduction tidak ditemukan sebagai pemborosan yang dominan pada penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan Diagram Pareto dan Lean Construction merupakan pendekatan yang efektif untuk mengidentifikasi material prioritas serta potensi pemborosan material. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi kontraktor dalam meningkatkan pengendalian penggunaan material, meminimalkan waste, serta meningkatkan efisiensi biaya pada proyek pembangunan rumah subsidi. Kata Kunci : Diagram Pareto, Lean Constructuin, Pemborosan Material, Pengendalian Material 4aSKRIPSI a1951021259 a1951021259