Perencanaan Zona Selamat Sekolah (Zoss) di Sekolah Man Kotawaringin Timur / MUKTI ALI /
MUKTI ALI
text
Palangka Raya : Perpustakaan UMPR,
2026
|
Tingginya aktivitas lalu lintas di sekitar kawasan pendidikan seringkali menimbulkan permasalahan keselamatan, khususnya bagi pejalan kaki dan pelajar. Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kotawaringin Timur merupakan salah satu sekolah yang berada di tepi jalan dengan volume kendaraan yang ramai pada jam-jam tertentu, sehingga berpotensi menimbulkan konflik antara kendaraan bermotor dengan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kinerja lalu lintas eksisting, perilaku pengguna jalan menyusuri dan menyeberang, serta merumuskan rekomendasi peningkatan keselamatan di ruas Jalan HM. Arsyad melalui penerapan Zona Selamat Sekolah (ZoSS). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data primer berupa survei kecepatan sesaat dan pengamatan perilaku pejalan kaki, serta data sekunder berupa inventarisasi ruas jalan dan traffic counting. Hasil analisis menunjukkan bahwa kapasitas jalan sebesar 1.318,14 smp/jam dengan derajat kejenuhan 0,3 (arah dalam kota) dan 0,2 (arah luar kota) yang masuk dalam Tingkat Pelayanan B. Namun, hasil uji statistik Z menunjukkan nilai Zhit > Ztabel (23,63 dan 30,22 > 1,645), yang berarti kecepatan kendaraan di depan sekolah masih dalam kategori "belum selamat". Analisis pejalan kaki menyusuri menghasilkan kebutuhan lebar trotoar minimum 1,85 meter, sedangkan untuk fasilitas penyeberangan diperoleh nilai PV² sebesar 142.652.940,50 sehingga direkomendasikan pembangunan Pelican Crossing. Berdasarkan hasil analisis, penerapan ZoSS tipe 4D-20 diperlukan dengan kelengkapan berupa rambu lalu lintas, marka jalan, APILL Warning Light, dan pita penggaduh sepanjang 150 meter sesuai Standar Direktur Jenderal Perhubungan Darat.
SKRIPSI