<?xml version="1.0"?>
<oai_dc:dcCollection xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
  <oai_dc:dc>
    <dc:title xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">Analisis Kinerja Simpang Bersinyal pada Simpang 4 Sampuraga di Kabupaten Kotawaringin Barat / REYGA ARIAN PRAMUDYO /</dc:title>
    <dc:creator xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
   REYGA ARIAN PRAMUDYO
  </dc:creator>
    <dc:type xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">text</dc:type>
    <dc:publisher xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">Palangka Raya : Perpustakaan UMPR,</dc:publisher>
    <dc:date xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">2026</dc:date>
    <dc:language xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">|  </dc:language>
    <dc:description xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">ABSTRAK Pertumbuhan penduduk dan perkembangan aktivitas ekonomi di Kabupaten Kotawaringin Barat meningkatkan mobilitas masyarakat serta volume lalu lintas, khususnya di kawasan perkotaan Pangkalan Bun. Salah satu simpang yang memiliki peran penting adalah Simpang 4 Sampuraga karena menghubungkan kawasan permukiman, perdagangan, pendidikan, dan perkantoran. Tingginya aktivitas kendaraan pada simpang tersebut berpotensi menimbulkan tundaan, antrean, dan penurunan tingkat pelayanan apabila pengaturan Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL) belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja lalu lintas Simpang 4 Sampuraga berdasarkan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2023 serta menyusun rekomendasi penanganan melalui optimalisasi pengaturan APILL. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pengumpulan data melalui survei volume lalu lintas, survei geometrik simpang, dan observasi pengaturan fase serta waktu sinyal APILL. Analisis dilakukan terhadap parameter derajat kejenuhan, panjang antrean, tundaan, dan tingkat pelayanan (Level of Service/LoS). Selanjutnya dilakukan optimalisasi waktu siklus dan pembagian waktu hijau tanpa mengubah jumlah maupun urutan fase sinyal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi eksisting Simpang 4 Sampuraga memiliki derajat kejenuhan rata-rata sebesar 0,63, panjang antrean rata-rata 29,46 meter, dan tundaan rata-rata 43,30 detik/smp sehingga termasuk kategori LoS E. Setelah dilakukan optimalisasi, tingkat pelayanan meningkat menjadi LoS D dengan penurunan tundaan sebesar 11,55% menjadi 38,30 detik/smp dan penurunan panjang antrean sebesar 13,82% menjadi 25,39 meter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa optimalisasi pengaturan APILL berdasarkan PKJI 2023 efektif meningkatkan kinerja operasional Simpang 4 Sampuraga. Kata kunci: Simpang bersinyal, tingkat pelayanan, Optimalisasi.</dc:description>
    <dc:description xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">ABSTRAK Pertumbuhan penduduk dan perkembangan aktivitas ekonomi di Kabupaten Kotawaringin Barat meningkatkan mobilitas masyarakat serta volume lalu lintas, khususnya di kawasan perkotaan Pangkalan Bun. Salah satu simpang yang memiliki peran penting adalah Simpang 4 Sampuraga karena menghubungkan kawasan permukiman, perdagangan, pendidikan, dan perkantoran. Tingginya aktivitas kendaraan pada simpang tersebut berpotensi menimbulkan tundaan, antrean, dan penurunan tingkat pelayanan apabila pengaturan Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL) belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja lalu lintas Simpang 4 Sampuraga berdasarkan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2023 serta menyusun rekomendasi penanganan melalui optimalisasi pengaturan APILL. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pengumpulan data melalui survei volume lalu lintas, survei geometrik simpang, dan observasi pengaturan fase serta waktu sinyal APILL. Analisis dilakukan terhadap parameter derajat kejenuhan, panjang antrean, tundaan, dan tingkat pelayanan (Level of Service/LoS). Selanjutnya dilakukan optimalisasi waktu siklus dan pembagian waktu hijau tanpa mengubah jumlah maupun urutan fase sinyal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi eksisting Simpang 4 Sampuraga memiliki derajat kejenuhan rata-rata sebesar 0,63, panjang antrean rata-rata 29,46 meter, dan tundaan rata-rata 43,30 detik/smp sehingga termasuk kategori LoS E. Setelah dilakukan optimalisasi, tingkat pelayanan meningkat menjadi LoS D dengan penurunan tundaan sebesar 11,55% menjadi 38,30 detik/smp dan penurunan panjang antrean sebesar 13,82% menjadi 25,39 meter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa optimalisasi pengaturan APILL berdasarkan PKJI 2023 efektif meningkatkan kinerja operasional Simpang 4 Sampuraga. Kata kunci: Simpang bersinyal, tingkat pelayanan, Optimalisasi.</dc:description>
    <dc:subject xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">SKRIPSI</dc:subject>
  </oai_dc:dc>
</oai_dc:dcCollection>
