Analisa Penetapan Tarif Sewa Angkutan Kapal Wisata di Pelabuhan Kereng Bangkirai Kota Palangka Raya / MUHAMMAD LUTHFI FATHURRAHMAN / MUHAMMAD LUTHFI FATHURRAHMAN text Palangka Raya : Perpustakaan UMPR, 2026 | Kalimantan Tengah memiliki karakteristik wilayah yang didominasi sungai sehingga angkutan air menjadi sarana transportasi penting sekaligus pendukung pariwisata, termasuk di kawasan Wisata Air Hitam Kereng Bangkirai. Tarif sewa kapal wisata yang berlaku saat ini perlu dikaji karena dipengaruhi oleh faktor ekonomi, biaya operasional, dan daya beli masyarakat. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kesesuaian tarif berdasarkan Biaya Operasional Kapal (BOK) serta pendekatan Ability to Pay (ATP) dan Willingness to Pay (WTP), guna memperoleh tarif yang adil bagi operator dan pengguna jasa. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode kuantitatif melalui survei langsung di lapangan dan data dari instansi terkait meliputi tarif sewa kapal per trip, struktur biaya operasional kapal, Load Factor dan pendapatan harian/bulanan, serta ATP dan WTP dari pengguna jasa angkutan sewa kapal wisata. Analisis dilakukan menggunakan perhitungan Biaya Operasional berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan RI Nomor KM 73 Tahun 2004 tentang Penyelenggaraan Angkutan Sungai dan Danau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya operasional per trip sebesar Rp 255.571 untuk Kapal I Love Sebangau dan Rp 257.877 untuk Kapal Randi Sebangau, dengan tarif hasil perhitungan BOK masing-masing Rp 12.779 dan Rp 12.894 per penumpang. ATP sebesar Rp 223.125 dan WTP sebesar Rp 27.300, sedangkan tarif eksisting adalah Rp30.000. Dari hasil analisa, masyarakat tidak terbebani dengan nilai tarif eksisting namun WTP yang sedikit di bawah nilai tarif eksisting mengindikasikan sebagian pengguna menilai tarif mendekati batas kenyamanan mereka. Kenaikan lebih lanjut sebaiknya diikuti peningkatan layanan (kualitas fasilitas, kenyamanan, dll.). SKRIPSI