<?xml version="1.0"?>
<oai_dc:dcCollection xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
  <oai_dc:dc>
    <dc:title xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">Peningkatan Produktivitas Cabai Rawit Varietas Dewata 43 dengan Perlakuan Pupuk Guano Walet dan Npk 16-16-16 di Tanah Berpasir / R.HAFIZ HIJ'R ISMAIL PUTRA /</dc:title>
    <dc:creator xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
   HAFIZ HIJ'R ISMAIL PUTRA R
  </dc:creator>
    <dc:type xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">text</dc:type>
    <dc:publisher xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">Palangka Raya : Perpustakaan UMPR,</dc:publisher>
    <dc:date xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">2026</dc:date>
    <dc:language xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">|  </dc:language>
    <dc:description xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">R. HAFIZ HIJ’R ISMAIL PUTRA. Peningkatan Produktivitas Cabai Rawit Varietas Dewata 43 dengan Perlakuan Pupuk Guano Walet dan NPK 16-16-16 di Tanah Berpasir. Dibimbing oleh DJOKO EKO HADI SUSILO dan NURUL HIDAYATI. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menguji perlakuan pupuk guano walet dan NPK 16-16-16 terhadap pertumbuhan dan hasil cabai rawit varietas Dewata 43 di tanah berpasir. Penelitian pada bulan Januari - Juni 2026 di Jalan Pasir Panjang Kelurahan Kereng Bangkirai Kecamatan Sabangau Kota Palangka Raya menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial sebanyak dua faktor dengan tiga kelompok. Faktor perlakuan pertama adalah pupuk guano walet dengan dosis 5 t ha-1 (W1), 10 t ha-1 (W2), dan 15 t ha-1 (W3). Faktor kedua adalah pupuk NPK 16-16-16 dengan dosis 100 kg ha-1 (N1), 200 kg ha-1 (N2), dan 300 kg ha-1 (N3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk guano walet maupun pupuk NPK 16-16-16 secara tunggal tidak memberikan pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, panjang buah, diameter buah, dan bobot hasil panen. Interaksi antara pupuk guano walet dan pupuk NPK 16-16-16 memberikan pengaruh nyata terhadap jumlah buah per tanaman, namun tidak berpengaruh nyata terhadap variabel pengamatan lainnya. Kombinasi kedua pupuk mampu meningkatkan pembentukan buah dibandingkan dengan pemberian masing-masing pupuk secara terpisah. Potensi hasil cabai rawit tertinggi yang diperoleh pada penelitian ini mencapai 3,55 ton/ha, masih lebih rendah dibandingkan potensi hasil varietas Dewata 43 sebesar 14 t ha-1.</dc:description>
    <dc:description xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">R. HAFIZ HIJ’R ISMAIL PUTRA. Peningkatan Produktivitas Cabai Rawit Varietas Dewata 43 dengan Perlakuan Pupuk Guano Walet dan NPK 16-16-16 di Tanah Berpasir. Dibimbing oleh DJOKO EKO HADI SUSILO dan NURUL HIDAYATI. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menguji perlakuan pupuk guano walet dan NPK 16-16-16 terhadap pertumbuhan dan hasil cabai rawit varietas Dewata 43 di tanah berpasir. Penelitian pada bulan Januari - Juni 2026 di Jalan Pasir Panjang Kelurahan Kereng Bangkirai Kecamatan Sabangau Kota Palangka Raya menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial sebanyak dua faktor dengan tiga kelompok. Faktor perlakuan pertama adalah pupuk guano walet dengan dosis 5 t ha-1 (W1), 10 t ha-1 (W2), dan 15 t ha-1 (W3). Faktor kedua adalah pupuk NPK 16-16-16 dengan dosis 100 kg ha-1 (N1), 200 kg ha-1 (N2), dan 300 kg ha-1 (N3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk guano walet maupun pupuk NPK 16-16-16 secara tunggal tidak memberikan pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, panjang buah, diameter buah, dan bobot hasil panen. Interaksi antara pupuk guano walet dan pupuk NPK 16-16-16 memberikan pengaruh nyata terhadap jumlah buah per tanaman, namun tidak berpengaruh nyata terhadap variabel pengamatan lainnya. Kombinasi kedua pupuk mampu meningkatkan pembentukan buah dibandingkan dengan pemberian masing-masing pupuk secara terpisah. Potensi hasil cabai rawit tertinggi yang diperoleh pada penelitian ini mencapai 3,55 ton/ha, masih lebih rendah dibandingkan potensi hasil varietas Dewata 43 sebesar 14 t ha-1.</dc:description>
    <dc:subject xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">SKRIPSI</dc:subject>
  </oai_dc:dc>
</oai_dc:dcCollection>
