Cite This        Tampung        Export Record
Judul Analisis Kinerja Simpang Tidak Bersinyal pada Simpang 4 Natai Pelingkau di Kabupaten Kotawaringin Barat / AJI PURNOMO / AJI PURNOMO
Pengarang AJI PURNOMO
EDISI Cet 1
Penerbitan Palangka Raya : Perpustakaan UMPR, 2026
Subjek SKRIPSI
Abstrak Simpang 4 Natai Pelingkau di Kabupaten Kotawaringin Barat merupakan titik krusial yang saat ini beroperasi sebagai simpang tidak bersinyal. Pertumbuhan ekonomi dan peningkatan mobilitas penduduk telah memicu lonjakan volume kendaraan yang tidak sebanding dengan kapasitas simpang, sehingga menyebabkan penumpukan antrean dan penurunan tingkat pelayanan yang signifikan. Mengingat tren peningkatan volume lalu lintas di masa depan, kondisi saat ini yang hanya mengandalkan prioritas arus utama dinilai kurang optimal untuk menjamin keteraturan pergerakan kendaraan, efisiensi arus, serta keselamatan pengguna jalan. Penelitian ini mengacu pada Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2023. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif melalui survei langsung di lapangan guna mengumpulkan data geometrik, volume lalu lintas, dan hambatan samping selama jam puncak. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada kondisi eksisting, Simpang 4 Natai Pelingkau memiliki kapasitas sebesar 3.845 smp/jam dengan nilai derajat kejenuh
Bentuk Karya Tidak ada kode yang sesuai
Target Pembaca Tidak ada kode yang sesuai

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
2451233524 51 AJI a Baca di tempat Perpustakaan Pusat - Ruang Baca Referensi Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS0000000010230
005 20260806085311
007 ta
008 260806################|##########|#|##
035 # # $a 0010-03260434
082 # # $a 51
084 # # $a 51 AJI a
100 0 # $a AJI PURNOMO
245 1 # $a Analisis Kinerja Simpang Tidak Bersinyal pada Simpang 4 Natai Pelingkau di Kabupaten Kotawaringin Barat / AJI PURNOMO /$c AJI PURNOMO
250 # # $a Cet 1
260 # # $a Palangka Raya :$b Perpustakaan UMPR,$c 2026
520 # # $a Simpang 4 Natai Pelingkau di Kabupaten Kotawaringin Barat merupakan titik krusial yang saat ini beroperasi sebagai simpang tidak bersinyal. Pertumbuhan ekonomi dan peningkatan mobilitas penduduk telah memicu lonjakan volume kendaraan yang tidak sebanding dengan kapasitas simpang, sehingga menyebabkan penumpukan antrean dan penurunan tingkat pelayanan yang signifikan. Mengingat tren peningkatan volume lalu lintas di masa depan, kondisi saat ini yang hanya mengandalkan prioritas arus utama dinilai kurang optimal untuk menjamin keteraturan pergerakan kendaraan, efisiensi arus, serta keselamatan pengguna jalan. Penelitian ini mengacu pada Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2023. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif melalui survei langsung di lapangan guna mengumpulkan data geometrik, volume lalu lintas, dan hambatan samping selama jam puncak. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada kondisi eksisting, Simpang 4 Natai Pelingkau memiliki kapasitas sebesar 3.845 smp/jam dengan nilai derajat kejenuhan (DJ) 0,57. Tundaan rata-rata yang dihasilkan mencapai 10,98 detik/smp dengan peluang antrean berkisar antara 14% hingga 30%, sehingga tingkat pelayanan simpang saat ini masih berada pada kategori B. Sebagai langkah antisipatif, penelitian ini merekomendasikan pemasangan Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL) pada simpang tersebut.
600 # 4 $a SKRIPSI
990 # # $a 2451233524
990 # # $a 2451233524
Content Unduh katalog