Detail Katalog

ID: 12573
Cover Pelaksanaan Tugas Pokok dan Fungsi Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Kotawaringin Barat / ANTON HARIYANTO / ANTON HARIYANTO

Pelaksanaan Tugas Pokok dan Fungsi Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Kotawaringin Barat / ANTON HARIYANTO / ANTON HARIYANTO

Edisi: Cet 1
Pengarang
ANTON HARIYANTO
Penerbit
Perpustakaan UMPR,
Tempat Terbit
Palangka Raya :
Tahun Terbit
2026
Subjek
SKRIPSI
Detail Teknis
Nomor Panggil
11 ANT p
Control Number
INLIS0000000009884
BIB ID
0010-03260143
Catatan
Penelitian ini mengkaji tentang Pelaksanaan Tugas Pokok Dan Fungsi oleh Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Kotawaringin Barat dalam pelayanan masyarakat terutama ketertiban umum dan ketentraman masyarakat di Kabupaten Kotawaringin Barat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pelaksanaan Tugas Pokok Dan Fungsi Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Kotawaringin Barat Dalam Pelayanan Masyarakat, Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat di Kabupaten Kotawaringin Barat serta mengetahui hambatan dalam Pelaksanaan Tugas Pokok Dan Fungsi Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Kotawaringin Barat. Penelitian ini melakukan survei yang menunjukkan bahwa Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Kotawaringin Barat memiliki peran penting dalam mengawal dan menjaga nilai dan norma-norma sosial serta menjadi garda terdepan penegak Peraturan Daerah. Selain itu, keberadaan Satuan Polisi Pamong Praja dalam penyelenggaraan Pemerintahan Daerah diharapkan dapat membantu adanya kepastian hukum dan memperlancar proses pembangunan di daerah. Penelitian ini menunjukkan bahwa Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Kotawaringin Barat memiliki peran penting dalam mempertahankan ketertiban umum dan ketentraman masyarakat, tetapi juga menghadapi beberapa hambatan yang perlu diatasi untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugasnya. Teori yang digunakan yaitu memakai Asas-Asas menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah. Tiga Asas Tersebut, yaitu : 1. Asas Desentralisasi, 2. Asas Dekonsentrasi, 3. Asas Tugas Pembantuan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang berhubungan dengan pendapat, gagasan, ide, atau kepercayaan terhadap objek-objek yang akan diteliti. Semua data yang dibutuhkan disajikan dalam bentuk kata-kata dan bahasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat harus mengatur pembagian kekuasaan dan tanggung jawab antara pemerintah pusat dan daerah. Dalam sistem desentralisasi, daerah diberikan wewenang untuk mengelola urusan lokal secara mandiri, sehingga mereka dapat lebih responsif terhadap kebutuhan dan aspirasi masyarakat setempat, meningkatkan efisiensi, mempercepat pengambilan keputusan, serta mendekatkan layanan kepada masyarakat, dan menyelenggarakan urusan pemerintahan atau pembangunan dengan kewajiban melaporkan dan mempertanggungjawabkan pelaksanaannya. Beberapa Faktor penghambat terdiri dari: 1. Dukungan Dana, 2. Kurangnya Pelatihan, 3. Sarana dan Prasarana, 4. Kurang Inisiatif Kerja. Faktor pendukung terdiri dari: 1. Sumber Daya Manusia, 2. Sarana dan Prasarana, 3. Koordinasi.
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
2411233157 11 ANT p Baca di tempat Ruang Koleksi Referensi Tersedia
Format MARC21 - Total 15 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS0000000009884 1
005 _ _ 20260416094818 2
035 # # $a 0010-03260143 3
007 _ _ ta 4
008 _ _ 260416################|##########|#|## 5
082 # # $a 11 6
084 # # $a 11 ANT p 7
100 _ # $a ANTON HARIYANTO 8
245 1 # $a Pelaksanaan Tugas Pokok dan Fungsi Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Kotawaringin Barat / ANTON HARIYANTO /$c ANTON HARIYANTO 9
250 # # $a Cet 1 10
260 # # $a Palangka Raya :$b Perpustakaan UMPR,$c 2026 11
520 # # $a Penelitian ini mengkaji tentang Pelaksanaan Tugas Pokok Dan Fungsi oleh Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Kotawaringin Barat dalam pelayanan masyarakat terutama ketertiban umum dan ketentraman masyarakat di Kabupaten Kotawaringin Barat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pelaksanaan Tugas Pokok Dan Fungsi Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Kotawaringin Barat Dalam Pelayanan Masyarakat, Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat di Kabupaten Kotawaringin Barat serta mengetahui hambatan dalam Pelaksanaan Tugas Pokok Dan Fungsi Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Kotawaringin Barat. Penelitian ini melakukan survei yang menunjukkan bahwa Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Kotawaringin Barat memiliki peran penting dalam mengawal dan menjaga nilai dan norma-norma sosial serta menjadi garda terdepan penegak Peraturan Daerah. Selain itu, keberadaan Satuan Polisi Pamong Praja dalam penyelenggaraan Pemerintahan Daerah diharapkan dapat membantu adanya kepastian hukum dan memperlancar proses pembangunan di daerah. Penelitian ini menunjukkan bahwa Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Kotawaringin Barat memiliki peran penting dalam mempertahankan ketertiban umum dan ketentraman masyarakat, tetapi juga menghadapi beberapa hambatan yang perlu diatasi untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugasnya. Teori yang digunakan yaitu memakai Asas-Asas menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah. Tiga Asas Tersebut, yaitu : 1. Asas Desentralisasi, 2. Asas Dekonsentrasi, 3. Asas Tugas Pembantuan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang berhubungan dengan pendapat, gagasan, ide, atau kepercayaan terhadap objek-objek yang akan diteliti. Semua data yang dibutuhkan disajikan dalam bentuk kata-kata dan bahasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat harus mengatur pembagian kekuasaan dan tanggung jawab antara pemerintah pusat dan daerah. Dalam sistem desentralisasi, daerah diberikan wewenang untuk mengelola urusan lokal secara mandiri, sehingga mereka dapat lebih responsif terhadap kebutuhan dan aspirasi masyarakat setempat, meningkatkan efisiensi, mempercepat pengambilan keputusan, serta mendekatkan layanan kepada masyarakat, dan menyelenggarakan urusan pemerintahan atau pembangunan dengan kewajiban melaporkan dan mempertanggungjawabkan pelaksanaannya. Beberapa Faktor penghambat terdiri dari: 1. Dukungan Dana, 2. Kurangnya Pelatihan, 3. Sarana dan Prasarana, 4. Kurang Inisiatif Kerja. Faktor pendukung terdiri dari: 1. Sumber Daya Manusia, 2. Sarana dan Prasarana, 3. Koordinasi. 12
600 # 4 $a SKRIPSI 13
990 # # $a 2411233157 14
990 # # $a 2411233157 15
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name
Informasi Katalog
Ditambahkan:
14 Apr 2026
Export