Detail Katalog

ID: 12733
Cover Evaluasi Perilaku Struktur dan Ketahanan Gedung Auditorium Politeknik Kemenkes Palangka Raya Terhadap Beban Gempa / MUHAMMAD ANTONI CANDRA / MUHAMMAD ANTONI CANDRA

Evaluasi Perilaku Struktur dan Ketahanan Gedung Auditorium Politeknik Kemenkes Palangka Raya Terhadap Beban Gempa / MUHAMMAD ANTONI CANDRA / MUHAMMAD ANTONI CANDRA

Edisi: Cet 1
Pengarang
MUHAMMAD ANTONI CANDRA
Penerbit
Perpustakaan UMPR,
Tempat Terbit
Palangka Raya :
Tahun Terbit
2026
Subjek
SKRIPSI
Detail Teknis
Nomor Panggil
51 MUH e
Control Number
INLIS0000000009916
BIB ID
0010-03260169
Catatan
Adanya peristiwa gempa yang terjadi pada 19 km Timur Laut Banjarmasin, Kalimantan Selatan pada 2024 getaran tanahnya hingga ke kota Palangka Raya. Karna itu maka diperlukan evaluasi terhadap kekuatan struktur terhadap gedung bertingkat yang ada di Kalimantan Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah desain dimensi dan struktural bangunan sudah sesuai standar bangunan tahan gempa dan untuk mengetahui kemampuan kekuatan bangunan apabila diberikan beban gempa zona wilayah 2. Pada penelitian ini dilakukan evaluasi struktur gedung baru Auditorium Politeknik Kemenkes Palangka Raya menggunakan aplikasi SAP2000 untuk mendapatkan nilai kinerja struktur dengan acuan SNI 2847:2019 untuk klasifikasi desain dimensi struktural, SNI 1727:2020 untuk pembebanan minimum, serta SNI 1726:2019 untuk beban gempa rencananya. Hasil penelitian menunjukan untuk klasifikasi desain dimensi dan stuktural bangunan tahan gempa pada kolom K6, K7, dan K8 tidak memenuhi syatan karna diameter minimum sengkang nya <10 mm. dan pada balok tipe B7, B9, SL1, dan SL3 tidak memenuhi syarat karna nilai jarak antar tulangan nya <25 mm. Berdasarkan hasil output SAP200 nilai axial force terbesar terjadi pada kolom tipe K1, pada zona 2 sebesar 970,699 kN.m. Nilai shear force terbesar terjadi pada kolom tipe K1a, pada zona 2 sebesar 227,413 kN.m. Nilai moment 3-3 terbesar terjadi pada balok tipe B12, pada zona 2 sebesar 137,524 kN.m. Berdasarkan perbandingan perhitungan manual dan output SAP2000, seluruh struktur kolom K1 hingga K8 dapat dikatakan aman karna nilai maksimum antar zona gempa tidak melebihi nilai kuat nominal pada kapasitas kolom. Namun pada balok dengan tipe B4, B5, B6, B8 dan B12 tidak kuat menahan beban gempa dan perlu re-desain untuk dimensi nya atau perlu penambahan tulangan.
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
1951021260 51 MUH e Baca di tempat Ruang Koleksi Referensi Tersedia
Format MARC21 - Total 15 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS0000000009916 1
005 _ _ 20260518102720 2
035 # # $a 0010-03260169 3
007 _ _ ta 4
008 _ _ 260518################|##########|#|## 5
082 # # $a 51 6
084 # # $a 51 MUH e 7
100 _ # $a MUHAMMAD ANTONI CANDRA 8
245 1 # $a Evaluasi Perilaku Struktur dan Ketahanan Gedung Auditorium Politeknik Kemenkes Palangka Raya Terhadap Beban Gempa / MUHAMMAD ANTONI CANDRA /$c MUHAMMAD ANTONI CANDRA 9
250 # # $a Cet 1 10
260 # # $a Palangka Raya :$b Perpustakaan UMPR,$c 2026 11
520 # # $a Adanya peristiwa gempa yang terjadi pada 19 km Timur Laut Banjarmasin, Kalimantan Selatan pada 2024 getaran tanahnya hingga ke kota Palangka Raya. Karna itu maka diperlukan evaluasi terhadap kekuatan struktur terhadap gedung bertingkat yang ada di Kalimantan Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah desain dimensi dan struktural bangunan sudah sesuai standar bangunan tahan gempa dan untuk mengetahui kemampuan kekuatan bangunan apabila diberikan beban gempa zona wilayah 2. Pada penelitian ini dilakukan evaluasi struktur gedung baru Auditorium Politeknik Kemenkes Palangka Raya menggunakan aplikasi SAP2000 untuk mendapatkan nilai kinerja struktur dengan acuan SNI 2847:2019 untuk klasifikasi desain dimensi struktural, SNI 1727:2020 untuk pembebanan minimum, serta SNI 1726:2019 untuk beban gempa rencananya. Hasil penelitian menunjukan untuk klasifikasi desain dimensi dan stuktural bangunan tahan gempa pada kolom K6, K7, dan K8 tidak memenuhi syatan karna diameter minimum sengkang nya <10 mm. dan pada balok tipe B7, B9, SL1, dan SL3 tidak memenuhi syarat karna nilai jarak antar tulangan nya <25 mm. Berdasarkan hasil output SAP200 nilai axial force terbesar terjadi pada kolom tipe K1, pada zona 2 sebesar 970,699 kN.m. Nilai shear force terbesar terjadi pada kolom tipe K1a, pada zona 2 sebesar 227,413 kN.m. Nilai moment 3-3 terbesar terjadi pada balok tipe B12, pada zona 2 sebesar 137,524 kN.m. Berdasarkan perbandingan perhitungan manual dan output SAP2000, seluruh struktur kolom K1 hingga K8 dapat dikatakan aman karna nilai maksimum antar zona gempa tidak melebihi nilai kuat nominal pada kapasitas kolom. Namun pada balok dengan tipe B4, B5, B6, B8 dan B12 tidak kuat menahan beban gempa dan perlu re-desain untuk dimensi nya atau perlu penambahan tulangan. 12
600 # 4 $a SKRIPSI 13
990 # # $a 1951021260 14
990 # # $a 1951021260 15
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name
Informasi Katalog
Ditambahkan:
28 Apr 2026
Export