Detail Katalog

ID: 12833
Cover Implementasi Program Bantuan Rumah Tidak Layak Huni untuk Masyarakat Kurang Mampu di Kelurahan Kumai Hilir Kecamatan Kumai Kabupaten Kotawaringin Barat / EKO SULISTYANTO / EKO SULISTYANTO

Implementasi Program Bantuan Rumah Tidak Layak Huni untuk Masyarakat Kurang Mampu di Kelurahan Kumai Hilir Kecamatan Kumai Kabupaten Kotawaringin Barat / EKO SULISTYANTO / EKO SULISTYANTO

Edisi: Cet 1
Pengarang
EKO SULISTYANTO
Penerbit
Perpustakaan UMPR,
Tempat Terbit
Palangka Raya :
Tahun Terbit
2026
Subjek
SKRIPSI
Detail Teknis
Nomor Panggil
11 EKO i
Control Number
INLIS0000000009991
BIB ID
0010-03260231
Catatan
Program bantuan pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) BSPS merupakan program yang dibentuk dengan tujuan memperbaiki kondisi fisik rumah dengan melakukan renovasi sehingga masyarakat mendapatkan rumah yang layak untuk ditempati. Program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dipandang mampu mengurangi kemiskinan dan meratakan kesejahteraan bagi masyarakat melalui pembangunan hunian yang layak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Implementasi Program Bantuan rumah tidak layak huni di Kelurahan Kumai Hilir Kecamatan Kumai Kabupaten Kotawaringin Barat. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa Implementasi Program Bantuan rumah tidak layak huni di Kelurahan Kumai Hilir Kecamatan Kumai Kabupaten Kotawaringin Barat belum berjalan optimal, hal ini di karenakan ada beberapa hambatan dilapangan seperti keterlambatan penyediaan bahan baku dan dana upah tukang yang dibayarkan setelah selesai pelaksanaan program sehingga memberatkan penerima bantuan, kurangnya pemahaman masyarakat mengenai mekanisme dalam pelaksanaan program bantuan Rumah Tidak Layak Huni seperti pembuatan RAB, penerima rumah bantuan layak huni juga harus memiliki tanah sendiri untuk terlaksananya pembangunan rehab rumah, padahal masyarakat sekitar yang kurang mampu tidak memiliki tanah karena harga tanah yang semakin tinggi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pelaksanaan program pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RLH) sangat memberi dampak yang positif bagi masyarakat, namun rendahnya Sumber Daya Manusia dan kurangnya pengawasan dari Tenaga fasilaitator lapangan (TFL) dan aparat pemerintahan serta birokrasi yang lama menjadi penghambat pelaksanaan Program Bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
2411233159 11 EKO i Baca di tempat Ruang Koleksi Referensi Tersedia
Format MARC21 - Total 15 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS0000000009991 1
005 _ _ 20260511095003 2
035 # # $a 0010-03260231 3
007 _ _ ta 4
008 _ _ 260511################|##########|#|## 5
082 # # $a 11 6
084 # # $a 11 EKO i 7
100 _ # $a EKO SULISTYANTO 8
245 1 # $a Implementasi Program Bantuan Rumah Tidak Layak Huni untuk Masyarakat Kurang Mampu di Kelurahan Kumai Hilir Kecamatan Kumai Kabupaten Kotawaringin Barat / EKO SULISTYANTO /$c EKO SULISTYANTO 9
250 # # $a Cet 1 10
260 # # $a Palangka Raya :$b Perpustakaan UMPR,$c 2026 11
520 # # $a Program bantuan pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) BSPS merupakan program yang dibentuk dengan tujuan memperbaiki kondisi fisik rumah dengan melakukan renovasi sehingga masyarakat mendapatkan rumah yang layak untuk ditempati. Program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dipandang mampu mengurangi kemiskinan dan meratakan kesejahteraan bagi masyarakat melalui pembangunan hunian yang layak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Implementasi Program Bantuan rumah tidak layak huni di Kelurahan Kumai Hilir Kecamatan Kumai Kabupaten Kotawaringin Barat. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa Implementasi Program Bantuan rumah tidak layak huni di Kelurahan Kumai Hilir Kecamatan Kumai Kabupaten Kotawaringin Barat belum berjalan optimal, hal ini di karenakan ada beberapa hambatan dilapangan seperti keterlambatan penyediaan bahan baku dan dana upah tukang yang dibayarkan setelah selesai pelaksanaan program sehingga memberatkan penerima bantuan, kurangnya pemahaman masyarakat mengenai mekanisme dalam pelaksanaan program bantuan Rumah Tidak Layak Huni seperti pembuatan RAB, penerima rumah bantuan layak huni juga harus memiliki tanah sendiri untuk terlaksananya pembangunan rehab rumah, padahal masyarakat sekitar yang kurang mampu tidak memiliki tanah karena harga tanah yang semakin tinggi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pelaksanaan program pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RLH) sangat memberi dampak yang positif bagi masyarakat, namun rendahnya Sumber Daya Manusia dan kurangnya pengawasan dari Tenaga fasilaitator lapangan (TFL) dan aparat pemerintahan serta birokrasi yang lama menjadi penghambat pelaksanaan Program Bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). 12
600 # 4 $a SKRIPSI 13
990 # # $a 2411233159 14
990 # # $a 2411233159 15
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name
Informasi Katalog
Ditambahkan:
11 May 2026
Export