Detail Katalog

ID: 13150
Cover Uji Aktivitas Krim Bawang Dayak (Eleutherine Bulbosa (Mill).Urb) Kombinasi Kencur Terhadap Bakteri Penyebab Jerawat / FILIPUS JOSSE KARUNDENG

Uji Aktivitas Krim Bawang Dayak (Eleutherine Bulbosa (Mill).Urb) Kombinasi Kencur Terhadap Bakteri Penyebab Jerawat / FILIPUS JOSSE KARUNDENG

Pengarang
FILIPUS JOSSE KARUNDENG
Penerbit
Perpustakaan UMPR
Tempat Terbit
Palangka Raya
Tahun Terbit
2026
Subjek
KTI
Detail Teknis
Nomor Panggil
71 FIL U
Control Number
INLIS0000000010129
BIB ID
0010-03260347
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
2371027426 71 FIL U Baca di tempat Ruang Koleksi Referensi Tersedia
Format MARC21 - Total 15 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS0000000010129 1
005 _ _ 20260720143222 2
035 # # $a 0010-03260347 3
007 _ _ ta 4
008 _ _ 260720################|##########|#|## 5
082 # # $a 25 6
084 # # $a 71 FIL U 7
100 _ # $a FILIPUS JOSSE KARUNDENG 8
245 1 # $a Uji Aktivitas Krim Bawang Dayak (Eleutherine Bulbosa (Mill).Urb) Kombinasi Kencur Terhadap Bakteri Penyebab Jerawat / FILIPUS JOSSE KARUNDENG /$c FILIPUS JOSSE KARUNDENG 9
250 # # $a Cet 1 10
260 # # $a Palangka Raya :$b Perpustakaan UMPR,$c 2026 11
300 # # $a viii, 120 hlm : $b Ilus. 12
520 # # $a Jerawat merupakan salah satu gangguan kulit yang dapat disebabkan oleh bakteri Cutibacterium acnes, Staphylococcus aureus, dan Staphylococcus epidermidis. Bawang Dayak (Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb.) dan kencur (Kaempferia galanga L.) diketahui memiliki kandungan senyawa aktif yang berpotensi sebagai antibakteri, sehingga dapat diformulasikan dalam bentuk sediaan topikal berupa krim. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri sediaan krim kombinasi ekstrak etanol bawang dayak dan kencur terhadap bakteri penyebab jerawat berdasarkan diameter zona hambat menggunakan metode difusi cakram (disc diffusion). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan membuat 4 formula sediaan krim, yaitu F1 5%, F2 10%, F3 15%, dan F4 20%, kemudian diuji terhadap Cutibacterium acnes, Staphylococcus aureus, dan Staphylococcus epidermidis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formula tidak menghasilkan zona hambat terhadap Cutibacterium acnes. Terhadap Staphylococcus aureus, seluruh formula menunjukkan aktivitas antibakteri lemah dengan rata-rata diameter zona hambat berturut-turut sebesar 8,98±4,43 mm; 7,77 ± 1,81 mm; 10,38 ± 2,61 mm; dan 9,33 ± 0,60 mm. Terhadap Staphylococcus epidermidis, seluruh formula juga menunjukkan aktivitas antibakteri lemah dengan rata-rata diameter zona hambat berturut-turut sebesar 2,83 ± 2,52 mm; 5,65 ± 0,13 mm; 6,98 ± 0,58 mm; dan 6,60 ± 0,67 mm. Formula F3 (15%) menunjukkan daya hambat terbesar terhadap Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis. Berdasarkan interpretasi CLSI (2020), seluruh formula termasuk kategori resistant, sedangkan berdasarkan Shahbazi (2017) termasuk kategori weak activity. Dengan demikian, krim kombinasi ekstrak etanol bawang dayak dan kencur memiliki aktivitas antibakteri lemah terhadap Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis, serta tidak menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap Cutibacterium acnes. 13
600 # 4 $a SKRIPSI 14
990 # # $a 2371027426 15
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name
Informasi Katalog
Ditambahkan:
20 Jul 2026
Export