Detail Katalog
ID: 13225
Pemberian Abu Boiler Kelapa Sawit dan Pupuk Kandang Ayam Terhadap Pertumbuhan Vegetatif Tanaman Jagung Pakan di Tanah Ultisol / HANIF RAHMAN ARDIANOV / HANIF RAHMAN ARDIANOV
Edisi: Cet 1Pengarang
HANIF RAHMAN ARDIANOV
Penerbit
Perpustakaan UMPR,
Tempat Terbit
Palangka Raya :
Tahun Terbit
2026
Subjek
SKRIPSI
Detail Teknis
Nomor Panggil
31 HAN p
Control Number
INLIS0000000010159
BIB ID
0010-03260372
Catatan
Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh abu boiler kelapa sawit, pupuk kandang ayam, serta interaksi keduanya terhadap pertumbuhan vegetatif jagung pakan (Zea mays L.) varietas BISI-18 pada tanah Ultisol. Percobaan disusun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dua faktor dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah abu boiler kelapa sawit (A) pada taraf 0, 10, dan 20 ton/ha, sedangkan faktor kedua adalah pupuk kandang ayam (C) pada taraf 15, 30, dan 45 ton/ha. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, dan luas daun pada umur 28–49 hari setelah tanam (HST), serta pH tanah setelah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk kandang ayam berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman, diameter batang, dan luas daun pada seluruh umur pengamatan (28–49 HST). Dosis efisien pupuk kandang ayam untuk tinggi tanaman tercapai pada 30 ton/ha di seluruh umur pengamatan, sedangkan diameter batang menunjukkan respons terbaik pada 30 ton/ha (umur 28, 35, dan 42 HST) serta 45 ton/ha (umur 49 HST). Luas daun efisien pada 30 ton/ha (umur 28, 42, dan 49 HST) dan 45 ton/ha (umur 35 HST). Interaksi kedua faktor hanya berpengaruh nyata terhadap luas daun pada umur 35 dan 49 HST, sementara abu boiler kelapa sawit tidak berpengaruh nyata terhadap seluruh variabel yang diamati. Dosis interaksi efisien untuk luas daun pada umur 35 HST adalah 10 ton/ha abu boiler dengan 30 ton/ha pupuk kandang ayam, sedangkan pada umur 49 HST adalah 0 ton/ha abu boiler dengan 15 ton/ha pupuk kandang ayam
Status
Tersedia di OPAC
Bibliografi Nasional Indonesia
Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
| Nomor Barcode | Nomor Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
2231025471 |
31 HAN p |
Baca di tempat | Ruang Koleksi Referensi | Tersedia |
Format MARC21 - Total 15 field
| Tag | Ind1 | Ind2 | Nilai | Urutan |
|---|---|---|---|---|
| 001 | _ |
_ |
INLIS0000000010159 | 1 |
| 005 | _ |
_ |
20260730104856 | 2 |
| 035 | # |
# |
$a 0010-03260372 | 3 |
| 007 | _ |
_ |
ta | 4 |
| 008 | _ |
_ |
260730################|##########|#|## | 5 |
| 082 | # |
# |
$a 31 | 6 |
| 084 | # |
# |
$a 31 HAN p | 7 |
| 100 | _ |
# |
$a HANIF RAHMAN ARDIANOV | 8 |
| 245 | 1 |
# |
$a Pemberian Abu Boiler Kelapa Sawit dan Pupuk Kandang Ayam Terhadap Pertumbuhan Vegetatif Tanaman Jagung Pakan di Tanah Ultisol / HANIF RAHMAN ARDIANOV /$c HANIF RAHMAN ARDIANOV | 9 |
| 250 | # |
# |
$a Cet 1 | 10 |
| 260 | # |
# |
$a Palangka Raya :$b Perpustakaan UMPR,$c 2026 | 11 |
| 520 | # |
# |
$a Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh abu boiler kelapa sawit, pupuk kandang ayam, serta interaksi keduanya terhadap pertumbuhan vegetatif jagung pakan (Zea mays L.) varietas BISI-18 pada tanah Ultisol. Percobaan disusun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dua faktor dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah abu boiler kelapa sawit (A) pada taraf 0, 10, dan 20 ton/ha, sedangkan faktor kedua adalah pupuk kandang ayam (C) pada taraf 15, 30, dan 45 ton/ha. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, dan luas daun pada umur 28–49 hari setelah tanam (HST), serta pH tanah setelah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk kandang ayam berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman, diameter batang, dan luas daun pada seluruh umur pengamatan (28–49 HST). Dosis efisien pupuk kandang ayam untuk tinggi tanaman tercapai pada 30 ton/ha di seluruh umur pengamatan, sedangkan diameter batang menunjukkan respons terbaik pada 30 ton/ha (umur 28, 35, dan 42 HST) serta 45 ton/ha (umur 49 HST). Luas daun efisien pada 30 ton/ha (umur 28, 42, dan 49 HST) dan 45 ton/ha (umur 35 HST). Interaksi kedua faktor hanya berpengaruh nyata terhadap luas daun pada umur 35 dan 49 HST, sementara abu boiler kelapa sawit tidak berpengaruh nyata terhadap seluruh variabel yang diamati. Dosis interaksi efisien untuk luas daun pada umur 35 HST adalah 10 ton/ha abu boiler dengan 30 ton/ha pupuk kandang ayam, sedangkan pada umur 49 HST adalah 0 ton/ha abu boiler dengan 15 ton/ha pupuk kandang ayam | 12 |
| 600 | # |
4 |
$a SKRIPSI | 13 |
| 990 | # |
# |
$a 2231025471 | 14 |
| 990 | # |
# |
$a 2231025471 | 15 |
Penjelasan Field MARC21:
- 001: Control Number
- 005: Date and Time of Latest Transaction
- 020: ISBN
- 100: Main Entry - Personal Name
- 245: Title Statement
- 250: Edition Statement
- 260: Publication Information
- 300: Physical Description
- 650: Subject
- 700: Added Entry - Personal Name
Aksi Cepat
Informasi Katalog
Pencarian Terkait
Export