Page 121 - Context Communication The Sociology Of Culture
P. 121
teori, argumen, pandangan, aturan, alasan, kebajikan, orang,
buku, tindakan, niat, dan mungkin nafsu, dan perasaan
(Lacey, 1996).
Etika moral ini terwujud dalam bentuk kehendak
manusia berdasarkan kesadaran, dan kesadaran adalah suara
hati nurani. Dalam kehidupan, manusia selalu dikehendaki
dengan baik dan tidak baik, antara benar dan tidak benar.
Dengan demikian ia mempertanggung jawabkan pilihan
yang telah dipilihnya itu. Kebebasan kehendak mengarahkan
manusia untuk berbuat baik dan benar. Apabila manusia
melakukan pelanggaran etika moral, berarti dia berkehendak
melakukan kejahatan, dengan sendirinya berkehandak untuk
di hukum. Dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara,
nilai moral dijadikan dasar hukum positif yang dibuat oleh
penguasa. Moral adalah kepahaman atau pengertian
mengenai hal yang baik danhal yang tidak baik. Sedangkan
etika adalah tingkah laku manusia, baik mental maupun fisik
mengenai hal-hal yang sesuai dengan moral itu (Firmansyah,
2012).
Pengaruh Etika Terhadap Sistem Informasi
Pengaruh Etika Masyarakat terhadap Etika Sistem
Informasi. Etika adalah suatu masalah bagi manusia yang
memiliki kebebasan untuk memilih. Etika adalah tentang
pilihan masing-masing orang. Isu-isu etika telah lama ada
sebelum kehadiran teknologi informasi, isu-isu itu
merupakan perhatian yang terusa-menerus ada pada
masyarakat bebas dimanapun. Namun demikian, teknologi
informasi semakin mempertinggi perhatian atas etika,
memberi tekanan pada pengaturan-pengaturan social yang
ada, dan membuat hukum yang telah ada menjadi kuno/
tidak berlaku secara luas atau sedikit pincang.
114 Context Communication: the sosiology of culture

