Page 324 - Gemilang Peradaban Islam
P. 324

Ibnu Qoyyim Al-Jauziyah

                “Tasawuf hendaknya dikembalikan pada kehidupan zuhud
                    salafussaleh yang didasarkanpada pola-pola yang
                  konstruktir dan positif bagi kehidupan kaum muslimin”

                   Keahliannya  adalah  berasal  dari  kemampuan  dirinya
               untuk memandang keberadaan kaum terdahulu yang telah
               mendahuluinya  dan  dianggap  tidak  melenceng  dalam
               menjalankan  syariat  Islam  itu  sendiri.  Karena  itulah  ia
               dianggap  sebagai  pembela  kaum  salaf.  Dan  karena
               pembelaannya  yang  tegas  atas  mereka,  hingga ia  diangkat
               oleh sebagian ulama salaf saat itu sebagai imam salaf kedua
               yang  tergolong  sufi  setelah  Ibnu  Taimiyah.  Beliau  dijuluki
               Ibnu Qoyyim Al-Jauziyah. Adapun nama lengkapnya adalah
               Muhammad bin Abi Bakar bin Ayub Saad bin Harits Al-Jari
               Al-Damasiqy  Abu  Abdullah  Syamsyuddin  yang  digelari
               dengan  Ibnu  Qoyyim  Al-Jauziyah.  Ia  dilahirkan  di  kota
               Damaskus  pada  tahun  691  H/1292.  dan  meninggal  di
               Damaskus pad tahun 752H/ 1350.

                   Setelah  ia  berhasil  dalam  pendidikan  dasar,  ia
               meneruskan  pelajaran  dan  berguru  pada  beberapa  ulama
               terkemuka di daerahnya antara lain: Isa Al-Muthim, Ismail
               bin Maktum, Syihab Al-Nablusi, Majdul Harrani dan lain-lain.
               Gurunya yang paling berkesan dan menjadi ikutannya yang
               amat  dicintainya  adalah  Ibnu  Taimiyah.  Ia  mewarisi
               pemikiran dan perjuangan gurunya itu dalam menegakkan
               kebenaran secara tepat dan tegas dengan berpegang teguh
               pada Al-Quran dan Sunnah Rasul Allah serta menolak taklid,
               menyerang bidah dan khurafat.

                   Gelora pemikiran demikian dapat kita pahami apabila
               kita  melihat  situasi  dan  kondisi  masyarakat  dimana  Ibnu
               Qoyyim hidup, di Timur Hulaghu Khan datang mengobrak-

                                             Gemilang Peradaban Islam | 315
   319   320   321   322   323   324   325   326   327   328   329