Page 304 - Bibliospiritual Menemukan Makna Dalam Kata Terbaca
P. 304
ke pasar", jawab tukang kayu. Di hari ketiga ditanya lagi,
"Pohon siapa yang kau tebang dengan Kapakmu ini?"
"Pohon itu tumbuh di hutan belantara, jadi ngak ada yang
punya", jawab si Tukang Kayu. "Apa kau yakin?", lanjut
Malaikat. Kemudian mereka menghilang. Datang lagi di hari
ke empat, bertanya lagi "Adakah kau potong pohon-pohon
tersebut dengan Kapak ini sesuai ukurannya dan beratnya
yang sama untuk dijual?" "Aku potong dikira-kira saja,
mana mungkin ukurannya bisa sama rata", tegas tukang
kayu. Begitu terus yang dilakukan Malaikat Mungkar Nakir,
datang dan pergi sampai tak terasa sekarang 39 hari sudah.
Dan yang ditanyakan masih berkisar dengan Kapak
tersebut. Di hari terakhir yang ke 40, datanglah Mungkar
dan Nakir sekali lagi bertemu dengan Tukang kayu tersebut.
Berkata Mungkar dan Nakir, "Hari ini kami akan kembali
bertanya soal Kapakmu ini". Belum sempat Mungkar-Nakir
melanjutkan pertanyaannya, si Tukang kayu tersebut
segera melarikan diri ke atas dan membuka pintu kubur
tersebut. Ternyata di luar sudah banyak orang yang
menantikan kehadirannya untuk keluar dari kubur
tersebut.
Si Tukang Kayu dengan tergesa-gesa keluar dan lari
meninggalkan mereka sambil berteriak, "Kalian ambil saja
semua bagian harta warisan ini, karena aku sudah tidak
menginginkannya lagi." Sesampai di rumah, si Tukang Kayu
berkata kepada istrinya, "Aku sudah tidak menginginkan
separuh harta warisan dari mayat itu. Di dunia ini harta
yang kumiliki padahal cuma satu Kapak ini, tapi Malaikat
Mungkar-Nakir selama 40 hari yang mereka tanyakan dan
persoalkan masih saja di seputar Kapak ini. Bagaimana
jadinya kalau hartaku begitu banyak? Entah berapa lama
dan bagaimana aku menjawabnya."
Bibliospiritual: Menemukan Makna dalam Kata Terbaca | 291

