Page 121 - Revitalisasi Fasilitas Bimbingan dan Konseling di Sekolah
P. 121
Kuswardani, I. (2012). Hubungan Antara Pengambilan Keputusan
Kepala Sekolah dengan Produktivitas Sekolah.
Kirkpatrik, D. L., Kirkpatrik, J. D. (2010). Evaluation Training
Programs: Thr Four levels San Francisco: Berrett
Koehler Publishershinc.
Larrabee, M.J., & Terres, C. K. (1984). Groups: The future of school
counseling. The School Counselor, 31, 256-263.
Mittendorff, et.al. (2012). The influence of teachers’ career guidance
profiles on students’ career competencies, Journal of
Vocational Education and Training, 2012, pp. 1–19.
Mulyasa. (2007. Menjadi Kepala Sekolah Profesional dalam Konteks
menyukseskan MBS dan KBK. Bandung: Rosda Karya.
Ningsih, G. (2014). Motivasi Siswa Dalam Memanfaatkan Layanan
Bimbingan dan Konseling di SMPN 40 Muaro Jambi.
Jambi: FKIP Universitas Jambi.
Nurihsan, A. J. (2012). Strategi Layanan Bimbingan dan Konseling.
Bandung: Reflika Aditama.
Nurihsan, A. J. (2005). Strategi Layanan Bimbingan dan Konseling.
Bandung: Refika Aditama.
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional R.I. (2006). Nomor 23 Tahun
2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk
Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Jakarta:
Sekretariat Negara R.I.
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional R.I. (2008). Nomor 27 Tahun
2008 Tanggal 11 Juni 2008 Tentang Standar Kualifikasi
Akademik Dan Kompetensi Konselor. Jakarta:
Depdiknas R.I.
Prayitno, (2003). Wawasan dan Landasan BK (Buku II). Jakarta:
Depdiknas R.I.
114

