Page 13 - Media Pembelajaran Berbasis Teknologi
P. 13

Dewasa  ini  pembelajaran  di  sekolah  mulai  disesuaikan  dengan
              perkembangan  teknologi  informasi,  sehingga  terjadi  perubahan
              dan pergeseran paradigma pendidikan (Hughes et al., 2019). Hal
              ini  mengindikasikan  bahwa  penggunaan  teknologi  informasi
              dalam  proses  pembelajaran  di  kelas,  sudah  menjadi  suatu
              kebutuhan sekaligus tuntutan di era global ini.
                    Guna meningkatkan efektivitas dan efisiensi pembelajaran,
              perlu  dikembangkan  berbagai  model  pembelajaran  yang  kreatif
              dan  inovatif.  Hal  ini  perlu  dilakukan  agar  proses pembelajaran
              tidak  terkesan  kurang  menarik,  monoton  dan  membosankan
              sehingga  akan  menghambat  terjadinya  transfer  of  knowledge.
              Oleh karena itu peran media dalam proses pembelajaran menjadi
              penting  karena  akan  menjadikan  proses  pembelajaran  tersebut
              menjadilebih bervariasi dan tidak membosankan (Lee & Mayer,
              2015).
                    Pada  hakikatnya  proses  pembelajaran  merupakan  proses
              komunikasi atau penyampaian pesan dari pengantar ke penerima.
              Pesan  berupa  materi  pelajaran  yang  dituangkan  ke  dalam
              simbol-simbol  komunikasi  baik  verbal  (kata-kata  dan  tulisan)
              maupun nonverbal. Pesan inilah yang akan ditangkap oleh peserta
              didik  sebagai  sebuah  pengetahuan,  keterampilan  maupun  nilai-
              nilai  yang  dapat  digunakan  dalam  kehidupan  sehari-hari.  Agar
              pesan  tersebut  tersampaikan  secara  efektif  tentu  membutuhkan
              sarana atau media yang memadai.
                    Dalam kenyataannya retensi siswa atau daya tangkap siswa
              sangat  dipengaruhi  oleh  model  aktivitas belajar  yang  dilakukan
              guru.  Siswa  hanya  dapat  menyerap  5%  bahan  pembelajaran
              apabila  aktivitas  ceramah  dilakukan  oleh  guru  dalam
              membelajarkan  siswa.  Sedangkan  apabila  aktivitas  belajar
              dilakukan  dengan  teman  sebaya,  daya  retensi  siswa  mencapai
              90% (Leppink et al., 2014).




              2
   8   9   10   11   12   13   14   15   16   17   18