Page 177 - BK PRIBADI SOSIAL Biblioterapi, Melalui Kisah Pribadi Diasah
P. 177
pohon kurma itu miliknya, sementara Abu Bakar juga
mengakui hal yang sama.
Ketika perselisihan memanas, Abu Bakar sempat
mengucapkan kata-kata yang tak pantas didengar. Setelah
sadar atas ketelanjurannya mengucapkan kata-kata
tersebut, Abu Bakar menyesal dan berkata kepada Rabi'ah,
"Hai Rabi'ah, ucapkan pula kata-kata seperti yang
kulontarkan kepadamu, sebagai hukuman (qishash) bagiku!"
Rabi'ah menjawab, "Tidak! Aku tidak akan
mengucapkannya!" "Akan kuadukan kamu kepada
Rasulullah, kalau engkau tidak mau mengucapkannya!" kata
Abu Bakar, lalu pergi menemui Rasulullah SAW.
Rabi'ah mengikutinya dari belakang. Kerabat Rab'iah
dari Bani Aslam berkumpul dan mencela sikapnya.
"Bukankah dia yang memakimu terlebih dahulu? Kemudian
dia pula yang mengadukanmu kepada Rasulullah?" kata
mereka. Rabi'ah menjawab, "Celaka kalian! Tidak tahukah
kalian siapa dia? Itulah "Ash-Shiddiq", sahabat terdekat
Rasulullah dan orang tua kaum Muslimin. Pergilah kalian
segera sebelum dia melihat kalian ramai-ramai di sini. Aku
khawatir kalau-kalau dia menyangka kalian hendak
membantuku dalam masalah ini sehingga dia menjadi
marah. Lalu dalam kemarahannya dia datang mengadu
kepada Rasulullah. Rasulullah pun akan marah karena
kemarahan Abu Bakar. Kemarahan mereka berdua adalah
kemarahan Allah. Akhirnya, aku yang celaka?"
Mendengar kata-kata Rabi'ah, mereka pun pergi. Abu
Bakar bertemu dengan Rasululah SAW dan menuturkan apa
yang terjadi. Rasulullah mengangkat kepala seraya bertanya
pada Rabi'ah, "Apa yang terjadi antara kau dengan Ash-
Shiddiq?" "Ya Rasulullah, beliau menghendakiku
166

