Page 213 - Menelisik Pemikiran Islam
P. 213

MUHAMMADIYAH


                 Muhammadiyah  adalah  salah  satu  organisasi  Islam
            yang  lahir  pada  tanggal  8  Dzulhijah  1330  (18-November
            1912)  di  Yogyakarta.  Pendirinya  adalah  salah  seorang
            tokoh  terkemuka  Yogyakarta  yang  bernama  K.H  Ahmad
            Dahlan.  Penamaan  yang  beliau  tersebut  adalah  terlahir
            karena  keprihatinan  beliau  kepada  umat  Islam  Indonesia
            yang telah melupakan ajaran-ajaran Nabi Muhammad SAW.
            Maka  ia  mengumandangkan  seruan  amar  maruf  nahi
            munkar  pada  seluruh  kalangan  umumnya  dan  kepada
            anggota  Muhammadiyah  pada  khususnya.  Penamaan
            tersebut mengan-dung arti “Pengikut Muhammad Saw”.

                 Sebagai  organisasi  pembaharuan  di  Indonesia  maka
            dalam  melaku-kan  gerakan  dakwahnya  ada  kemiripan
            dengan  gerakan  dakwah Waha-biyyah yang  didirikan  oleh
            Abdul  Wahab.  Adapun  alasan  yang  menyebab-kan
            didirikannya organisasi Muhammadiyah ini adalah:

                 1.  Umat  Islam  sudah  jauh  dari  ajaran-ajaran  Islam
                    yang  sebenarnya.  Al-Quran  dan  Al-Sunah  hanya
                    dijadikan   hiasan   belaka.   Sementara  dalam
                    kehidupannya  umat  Islam  telah  terjebak  pada
                    amalan  Tahayul,  Bidah  dan  khurafat,  ahklak  yang
                    rusak dan akidah yang rapuh yang menga-kibatkan
                    kejahatan merajalela ke seluruh segi kehidupan.
                 2.  Terpecahnya     kalangan     muslim      yang
                    mengakibatkan  kalangan  umat  Islam.  Ini  terjadi
                    karena  pemahaman  yang  terkotak-kotak  antara
                    yang Islami dan sekuler. Kesalahan ini berawal dari
                    adanya perbedaan pendidikan yang ada pada saat


            206 | Asep Solikin
   208   209   210   211   212   213   214   215   216   217   218