Page 209 - Menelisik Pemikiran Islam
P. 209

patuh pada undang-undang.Apabila seorang al-faqih sudah
            tidak  memenuhi  syarat  memimpin  negara  lagi,  maka  ia
            dapat  diberhentikan  dari  jabatannya.  Jabatan  tertingginya
            itu  disebut  dengan  wali  al-faqih  atau  Fakhbar  (Persia  =
            pemimpin).
                 Khomeini  terkenal  sebagai  seorang  amat  bersahaja.
            Tempat tinggalnya dikota Qum amat sederhana. Meskipun
            ia menjadi penguasa tertinggi Iran, ia hanya menumpang di
            beberapa kamar yang terdapat pada husainiyah (semacam
            surau  di  Indonesia)  Jamaran,  Teheran  Utara.  Pakaian
            sehari-harinya  pun  tidak  lebih  baik  dari  pakaian  rakyat
            biasa.  Hal  itu  dapat  dipahami  Khomeini  adalah  seorang
            zahid  yang  tidak  suka  pada  keme-wahan  duniawi.  Orang-
            orang  dekatnya  mengenang  dirinya  sebagai  seseo-rang
            yang hidup amat sederhana. Rumahnya di suatu desa kecil
            (Jamaran)  di  pinggir  Teheran  begitu  kecil  dan  sederhana
            sehingga  semua  orang  sangat  tidak  percaya  akan
            kehidupannya  ini,  karena  begitu  sederhanya.  Ia  dalam
            kehidupannya  sangat  berhati-hati  dalam  menggunakan
            kekayaan negara. Bukan saja ia tak memiliki apa-apa dalam
            kekayaan,  malah  sebidang  tanah  yang  diwarisinya  dari
            ayahnya atas perintahnya diberikan kepada penduduk yang
            sudah terlanjur menempati tanah itu.

                 Satu-satunya harta yang ia miliki adalah rumah yang ia
            gunakan  sebagai  tempat  perjuangannya  menuju  revolusi
            iran dan gagasan negara Islamnya tersebut. di sini pulalah
            semua teman-temannya, murid-muridnya, para mahasiswa,
            ulama    dan   masyarakat   umum    berkumpul    untuk
            mendengarkan  fatwa-fatwanya.  Daftar  kekayaan  Imam
            yang diminta oleh negara Iran saat itu menunjukkan bahwa
            ia  bukan  malah  menambah  banyak  malah  kekurangan
            dalam  hidupnya.  Pernyataan  tersebut  mengungkapkan

            202 | Asep Solikin
   204   205   206   207   208   209   210   211   212   213   214