Page 206 - Menelisik Pemikiran Islam
P. 206

putih.   Menu-rut   Khomeini,   kebijakan   Syi’ah   dan
               programnya  justru  dengan  total  meng-hancurkan  secara
               total ekonomi agraris di Iran. Selain itu kebijakan ter-sebut
               juga akan membuat rakyat menjadi budak-budak sejumlah
               konglo-merat  yang  mendominasi  oleh  keluarga  kerajaan,
               sekelompok  orang-orang  kaya  Iran,  dan  perusahaan-
               perusahan  asing.  Menurut  Khomeini,  eman-sipasi  wanita
               yang  diterapkan  sah  justru  akan  merendahkan  martabat
               wa-nita itu sendiri dan akan menciptakan kerusakan moral
               pada masyarakat.

                   Khomeini melakukan perlawanan terhadap Syi’ah yang
               diangap-nya  memusuhi  Islam,  terutama  ketika  tidak  lama
               kemudian  Syi’ah  menyetujui  desakan  Amerika  (AS)  untuk
               menetapkan  undang-undang mengenai kekebalan personil
               tentara AS di Iran. Dalam penilaian Khome-ini, konsesi yang
               telah di berikan kepada AS itu talah menghina masyarakat
               Iran  dan  masyarakat  muslim  secara  umum.  Seruan
               Khomeini  itu  ditanggapi  rakyat.  Protes  terhadap  Syi’ah
               terjadi  dimana-mana.  Tetapi  Syi’ah  menanggapi  pro-tes-
               protes itu dengan kekerasan sehingga menimbulkan korban
               di pihak rakyat, yang paling sedikit berjumlah 15.000 jiwa.
               Peristiwa  tersebut  dike-nal  dengan  nama  tragedi  atau
               kebangkitan  15  Khurdad  (bulan  4  penang-galan  Persia).
               Setelah  itu  Khomeini  dipenjarakan  dan  kemudian  dibuang
               ke  Turki  pada  tangal  4  november  1964.  Dua  tahun
               kemudian,  ia  dipindahkan  ke  Najaf,  Irak,  Kota  suci  bagi
               pengikut Syiah, tempat dimakamkannya Ali bin Abi Thalib.
                   Selama di Najaf, walaupun ia ditekan rezim Ba’as Irak,
               ia  tidak  pernah  mengurangi  kegiatan-kegiatan  politiknya
               menentang Syi’ah. Bagi Khomeini, Islam baru dapat berjalan
               di Iran apabila sistem monarki dihapuskan dari Iran. Untuk
               itulah  dalam  nernagai  kesempatan  dan  berbagai  cara

                                             Menelisik Pemikiran Islam | 199
   201   202   203   204   205   206   207   208   209   210   211