Page 205 - Menelisik Pemikiran Islam
P. 205
itu ketika Ayatullah Burujurdi, tokoh uatam pada masanya,
wafat pada tahun 1961, Komeini dipilih oleh masyarakat
syiah di Iran sebagai salah seorang marja’dini (asal kata
dari raja’a = kembali) maksudnya tempat kembali umat
dalam perso-alan agama atau pucuk pimpinan spiritual
dalam masyarakat syiah.
Ajaran-ajaran Khomeini dapat dijumpai dalam karya-
karyanya. Buku yang berjudul al-Hukumah al-Islamiyah
(pemerintah Islam) merupa-kan karya yang paling populer.
Buku ini merupakan kumpulan-kumpulan dari kuliah-
kuliah Khomeini yang diberikannya mulai tanggal 13
Dzulqa-’dah sampai 1 dzulhijjah 1389 di Hauziah I’lmiyah
Najaf (Irak). Dari sini tertuang pandangan-pandangan
Khomeini di bidang politik, terutama me-ngenai ide negara
Islam yang berdasarkan prinsip wilayah al-faqih (kepe-
mimpinan kaum ulama). Ide untuk mendirikan negara
Islam telah ter-tanam pada diri khomeini sejak ia masih
muda. Dalam bukunya yang berjudul Kasyf al-asrar
(penyingkapan rahasia), tahun 1941, Khomeini mengkritik
kesewenangan Reza Syi’ah (Bapak dari Sah Reza pahlevi)
serta menghimbau para ulama supaya terlibat dalam poitik.
Pada tahun 1950–an Ayatullah Kastani bersama dengan Dr.
Muhammad Hidayat Mossadeq (Pemimpin Politik Iran)
berhasil meningkirkan Reza Syi’ah. Khomeini men-dukung
Ayatullah Kasyani dan meningkatakan oposisisnya
terhadap monarki di Iran.
Pada saat itu nama Khomeini belum mencuat ke
permu-kaan karena tertutup popularitas Ayatullah
Buruzurdi dan Ayatullah Kasyani sendiri. Khomeini di kenal
luas ketika pada tahun 1963 ia mem-protes dengan keras
kebijakan Syi’ah di bidang pertahanan (Prigram Land
Reform) dan wanita, yang di kenal dengan program revolusi
198 | Asep Solikin

