Page 200 - Menelisik Pemikiran Islam
P. 200
banyak melakukan penindasan. Dalam pidatonya yang
sangat terkenal: tanggung jawab seorang Syiah “ia
berpendapat bahwa Syi’ah Ali berkewajiban untuk
menentang semua bentuk ketidakadilan, sekalipun nyawa
adalah taruhannya, berupaya agar peguasa jujur dan adil,
berjuang melawan penindasan, eksploitasi, keserakahan,
pemerintahan kelas, kebodohan, dan rasa ketakutan.
Pemikirannya ini didukung dengan teori sosiologi
politik yang memang merupakan keahliannya.
Pemikirannya memang selalu diarahkan dalam menggalang
ukhuwah Islamiyah. Di samping itu ingin menumbuhkan
kesatuan di kalangan umat Islam, ia juga bermaksud agar
pemikirannya dapat diterima semua fihak, baik yang
berfaham Suni maupun Syiah. Ia bertujuan untuk menarik
intelektual Islam yang potensial. Ia ingin menunjukkan
bahwa keintelektualan dan keunggulan Islam dalam
menjembatani jurang antara mereka. Ia pun banyak
mengkritik para sarjana Islam yang terbaratkan, meniru
secara membabi buta tentang barat, dan berlaku seperti
mereka. Tuduhannya terhadap mereka cukup beralaskan
karena dengan demikian mereka akan menjadi mandul dan
hanya menjadi pengekor belaka atas pendapat-pendapat
barat. Ali mendorong mereka untuk berkaca pada sejarah
kecemerlangan Islam yang banyak melahirkan sumbangan-
sumbangan berharga bagi perubahan dunia dan
pencerahannya. Ia berkata demikian karena ia melihat
bahwa masyarakat Iran adalah masyarakat yang religius,
penuh dengan nasionalisme yang tinggi, maka tak salah
kalau semangat sejati Iran baru dapat dipahami kalau Islam
dipahami dengan baik.
Ia pun mengecam mereka yang sangat mengagungkan
kebudayan barat. Ia menganggap bahwa manusia yang
Menelisik Pemikiran Islam | 193

