Page 198 - Menelisik Pemikiran Islam
P. 198
mengatakan bahwa antara Islam dan marxisme terdapat
kontradiksi. Marxisme berdasarkan filsafat materialisme,
sedangakan Islam walaupun melihat sebagai kenyataan
eksistensial, percaya pada ada-Nya dan memiliki konsep
yang ghaib.
Dalam bukunya yang lain pun Ali menulis berbagai
benturan umat Islam terhadap perkara-perkara sosial. Ia
banyak menganjurkan para politikus, para masyarakat
untuk sadar dan bangkit dari keterbelengguan yang selama
ini mengikat dan mengkungkung mereka, hingga mandul
dalam pemikiran, dan picik dalam pengalamalan.
Eslamhenasi, adalah bukunya yang banyak menyebarkan
pesan-pesan moral dan anjuran sosial yang bertujuan untuk
membuktikan bahwa hanya dengan ideologi Islamlah maka
semua akan dapat keluar dari kemelut yang selama ini
melilit kondisi umat. Adapun tujuan pokok tulisan itu
adalah: pertama; mengemukakan idenya bahwa Islam
adalah agama modern, mengatasi segala kebersamaan, dan
penuh dengan demokratis.
Ia juga mengatakan bahwa dalam konsep demikian
berarti Islam mengatur segala hal baik politiknya, ekonomi
ataupu tauhid itu sendiri. Kedua; ia mengkritik terhadap
mereka yang mengingkari terhadap ideologi Islam sebagai
ideologi menyeluruh. Ia menyatakan bahwa kesyirikan
tidak saja berarti menolak Tuhan. Perwujudan modern
kesyirikan dapat dijumpai pada kasus dimana orang
melakukan tindakan yang merupakan monopoli Tuhan,
yang dengan begitu ia menggantikan posisi Tuhan. Memuja
pribadi, atau hubungan kemanusiaan apapun dimana orang
bergantung pada dirinya secara membabi buta, mengikuti
dan patuh serta tunduk tanpa pemahaman. Ia berkata
“orang yang memaksakan kehendaknya kepada orang lain,
Menelisik Pemikiran Islam | 191

