Page 199 - Menelisik Pemikiran Islam
P. 199
dan memerintah menurut kemauannya sendiri, berarti dia
mengaku sebagai tuhan, dan barang siapa menerima
pengakuan seperti itu berarti dia syirik, karena perintah,
kehendak, kekuasaan, dominasi, dan pemikiran mutlak
milik Allah semata. Dan sasaran selanjutnya adalah ia
memperlihatkan kenapa muslim harus menetang
kesyirikan yang disebutnya sebagai pemerintahan dan
otoritas orang-orang yang menempatkan dirinya sebagai
Tuhan.
Ini ia maksudkan agar manusia terlepas dari sikap-
sikap zalim terhadap manusia yang lainnya. Ia
menyebutkan bahwa muslim sebagai satu-satunya agen
sosial yang dapat melahirkan kesempatan historis dan
revolusioner seperti ini, karena sebagai ahli tauhid mereka
tidak mungkin akan hidup damai denga kesyirikan. Dan
maksud dari semua ini ia mengajak semua muslin untuk
menentang tuhan-tuhan palsu.
Pernyataan yang disampaikan Ali Syariati selalu
didukung oleh pendapat-pendapat atau teori Barat, ayat-
ayat Al-Quran, dan Sunah Nabi SAW. Ia berbuat demikian
agar para Mullah berkenan mendukungnya.
Ali Syariati menganut faham Syiah dua belas. Dalam
banyak hal ia memegang prinsip-prinsip Syiah, kecuali
dalam masalah imamah, ia berbeda dengan pendapat umum
kalangan Syiah. Dalam hal imamah ia berusaha untuk
memadukan teori Musyawarah Suni dan wasiat Syiah
dalam pengangkatan pemimpin. Ia mencoba menghapus
kesan bahwa para khalifah Suni telah merampas hak Ali Bin
Abi Thalib dalam imamah. Namun segala gerak
perjuangannya secara umum adalah usaha untuk
menegakkan keadilan dengan menumbangkan rezim yang
192 | Asep Solikin

