Page 196 - Menelisik Pemikiran Islam
P. 196
Pada tahun 1958 (25 tahun) Ali Syariati meraih gelar
sarjana muda dalam Bahasa Arab dan Perancis. Kemudian,
ia melanjutkan pendidikannya di Sorbone, Paris, setelah
memenangkan bea siswa untuk belajar di negara itu. Ia
belajar di Perancis sampai meraih gelar Doktor pada tahun
1963.
Setahun kemudian, Ali Syariati pulang ke negara
kelahirannya. Ia sempat ditahan di perjalanan selama enam
bulan. Setibanya di Iran, Ali Syariati mengawali langkahnya
dengan menyampaikan ilmu yang diperolehnya dari
berbagai sekolah dan akademi. Kemudian ia melakukan
perjalanan keliling dalam rangka mendirikan Husyaimiah
Irsyad, sebuah lembaga pendidikan pengkajian Islam yang
kelak menjadi wadah pembinaan kader militan pemuda-
pemuda revolusioner.
Periode kedua 1960-an, Ali Syariati bergabung dengan
universitas Mashad. Kuliah-kuliahnya di masjid ini sangat
diminati oleh sejumlah besar mahasiswa. Karena ada
kekhawatiran meningkatnya pengaruh Ali Syariati, pada
tahun 1968 pemerintah Iran memaksanya menjalani masa
pensiun pada usia muda 35 tahun. .
Setelah pensiun Ali Syariati giat mengajar di
Husyaimiah Irsyad (1969). Aktivitasnya dalam organisasi
ini dinilai pemerintah sangat berbahaya terhadap penguasa,
sehingga lembaga tersebut ditutup oleh pemerintah (1972).
Walaupun demikian, ia tetap berceramah di perguruan
tinggi dan masjid di kota-kota besar Iran. Kuliah-kuliahnya
yang simpatik dan berbobot menimbulkan kepercayaan diri
pada jutaan Muslim di Iran. Sejumlah intelektual Islam, para
tokoh, dan masyarakat Iran tertarik untuk kembali
mengkaji Islam yang memberikan potensi besar dalam
Menelisik Pemikiran Islam | 189

