Page 195 - Menelisik Pemikiran Islam
P. 195

berbagai macam presentasinya ia selalu berbicara berbagai
            hal dalam disiplin ilmu. Ia berupaya menerangkan berbagai
            problem  politik  dan  sosio  ekonomi  menurut  pandangan
            Islam.  Ia  banyak  mengajak  orang  agar  selalu  kembali
            merenungi ideologi Islam sebagai pijakan yang sangat kuat
            dalam berbagai hal.
                 Lahir di Khurasan, Iran 1933 dan wafat di Damascus,
            Suriah  pada  bulan  Juni  1977.  Ia  adalah  seorang  sosiolog,
            ahli poitik, dan ahli syariat.
                 Ayahnya,  Muhammad  Taqi  Syariati,  adalah  seorang
            sarjana  yang  mengajar  di  Sekolah  Lanjutan  Atas  dan  ahli
            dalam  ilmu  keIslaman  (Islamologi).  Ia  pendiri  Gerakan
            Sosialis  Penyembah  Tuhan,  sebuah  organisasi  yang
            bergerak  di  bidang  dakwah  Islamiyah.  Intelektualitas  dan
            semangat  juang  ayahnya  diwarisi  dengan  baik  oleh  Ali
            Syariati.
                 Pada  usia  17  tahun,  Ali  Syariati  telah  belajar  pada
            sebuah  lembaga  pendidikan,  Primary  Teacher’s  Training
            College. Masa belajar tersebut dimanfaatkannya pula untuk
            mengajar.  Pada  usia  20  tahun  ia  mendirikan  Organisasi
            Persatuan  Pelajar  Islam  di  Mashad,  Iran.  Karena  aktivitas
            politiknya, Ali Syariati sudah harus menjalani kehidupan di
            belakang terali besi dalam usia muda. Ini terjadi ketika Ali
            Syariati  begitu  giat  mengadakan  pertemuan-pertemuan
            dengan para masyarakat dan beberapa banyak dari anggota
            simpatisan  Mojahedin.  Hingga  akibat  salah  sangka  yang
            berlebihan dari rezim serta menganggap bahwa Ali adalah
            penggerak  Mojahedin.  Maka  untuk  menghalangi  dirinya
            yang ternyata juga menjadi saingan kekuatan Rezim, ia pun
            dijebloskan ke dalam penjara.




            188 | Asep Solikin
   190   191   192   193   194   195   196   197   198   199   200