Page 192 - Menelisik Pemikiran Islam
P. 192
dijadikan patokan) itu pada esensi dibalik suatu
nama, bukan pada nama itu sendiri.
17. Ketujuh belas; akidah adalah asas bagi aktivitas,
akal hati itu lebih penting daripada amal anggota
badan. Namun upaya mencapai kesempurnaan
pada dua hal tersebut merupakan tuntutan syariat,
meskipun kadar tuntutan masing-masing berbeda.
18. Kedelapan belas; Islam itu membebaskan akal
pikiran, menganjurkan untuk melakukan
penelitian pada alam, mengangkat derajat ilmu dan
ulama, dan menyambut kehadiran segala sesuatu
yang baik dan bermanfaat. “Hikmah adalah barang
hilang milik orang yang beriman”. Dimana pun
didapatkan, ia adalah orang yang paling berhak
atasnya.
19. Kesembilan belas; pandangan syar’I dan
pandangan logika memiliki wilayah sendiri-sendiri
yang tidak dapat saling memiliki secara sempurna.
Namun demikian, keduanya tidak akan pernah
berbeda dalam hal-hal yang qothi. Hakekat ilmiah
yang benar tidak mungkin bertentangan dengan
dengan kaidah syariah yang shahih. Sesuatu yang
masih bersifat dzani (tidak qoth’I) dari salah
satunya, harus ditafsiri dengan yang sejalan
dengan yang qoth’i. Bila kedua-duanya bersifat
dzani, maka pandangan syariat lebih utama untuk
diikuti, sampai logika dapat mendapatkan legalitas
kebenarannya, atau gugur sama sekali.
20. Keduapuluh; kita tidak boleh mengkafirkan
seorang muslim yang telah mengikrarkan dua
kalimah syahadat, mengamalkan tuntutan-
Menelisik Pemikiran Islam | 185

