Page 189 - Menelisik Pemikiran Islam
P. 189
menyebabkan permusuhan atau kebencian. Setiap
mujtahid akan mendapatkan pahala masing-
masing. Tidak ada larangan dalam melakukan studi
ilmiah yang obyektif dalam persoalan-persoalan
khilafiyah dalam suasana saling mencintai karena
Allah dan tolongmenolong untuk mencapai
kebenaran yang sebenarnya. Studi tersebut tidak
boleh menyeret pada debat yang tercela dan
fanatik buta.
9. Kesembilan; memperdalam pembahasan tentang
masalah-masalah yang amat tidak dibangun
diatasnya (tidak menghasilkan amal nyata) adalah
sikap takaluf (memaksakan diri) yang dilarang
oleh Islam. Misalnya memperluas pembahasan
tentang berbagai hukum bagi masalah-masalah
yang tidak benar-benar terjadi,
memperbincangkan ayat-ayat Al-Quran yang
belum dijangkau oleh ilmu pengetahuan,
perdebatan dalam membandingkan keutamaan
sahabat atau memperbincangkan perselisihan yang
terjadi diantara mereka, padahal masing-masing
memiliki keutamaan sebagai sahabat nabi serta
pahala dari niat mereka. Dalam menafsiri secara
positif perselisihan mereka dapat menyelamatkan
diri dari dosa mencela mereka.
10. Kesepuluh; marifah (mengenal Allah),
mengesakannya, dan memahasucikan Dia adalah
setinggi-tinggi tingkatan dalam Akidah Islam.
Sedangkan ayat-ayat dan hadis-hadis shahih
tentang sifat-sifat Allah adalah termasuk
mutasyabihat, kita wajib mengimaninya
sebagaimana adanya tanpa penawilan dan
182 | Asep Solikin

